Beranda Hukum Kriminal Terduga Teroris Asal Lampura Ditembak Mati, Ini Tanggapan Wakapolda

Terduga Teroris Asal Lampura Ditembak Mati, Ini Tanggapan Wakapolda

807
BERBAGI
Waka Polda Lampung, Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol

Zainal Asikin |Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Seorang warga Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara berinisial AS atau HS yant diduga sebagai tersangka teroris tewas ditembak Densus 88 di Cianjur, Jawa Barat, Minggu dini hari (13/5/2018).

Terkait hal itu, Wakil Kapolda Lampung Brigjen Pol Angesta Romano Yoyol, mengatakan adanya warga Lampura yang diduga kuat menjadi anggota jaringan terorisme bukan berarti pelaku tersebut memiliki jaringan di wilayah Lampung.

“Mengenai jaringan di Lampung, sudah disampaikan bahwa warga Lampung Utara berinisial HS yang tewas ditembus peluru karena sempat baku tembak dengan Densus 88 sudah beberapa tahun lalu pergi ke Kerawang. Jadi yang mengecek mengenai hal itu, nanti dari Mabes Polri,” katanya.

Ditegaskannya,  pihaknya tidak bisa menjelaskan secara rinci mengenai terduga teroris warga asal Lampung Utara tersebut, karena itu merupakan kewenangan Mabes Polri.

“Mengenai jaringan mana pelaku HS itu, saya tidak tahu karena yang memeriksa bukan kami jadi tanyakan saja ke sana (Mabes),”ucapnya.

Mengenai bagaimana para terduga teroris bergerak dan berapa jumlahnya, Jenderal bintang satu ini kembali menegaskan, bahwa hal itu tidak bisa disampaikan karena ini sifatnya rahasia.

“Saya tidak  bisa beberkan karena ini rahasia, itu adalah operasi dan monitor intelejen,”jelasnya.

Mengenai jaringan teroris yang saat ini bergerak, kata Waka Polda Lampung, hal itu sudah disampaikan oleh Kapolri, Jenderal Tito Karnavian bahwa  mereka jaringan JAD dan JAT.

“KaLau di Lampung memang ada jaringannya, nanti yang akan mengawasi tim dari Mabes Polri dan berkoordinasi dengan Polda Lampung.

“Mabes Polri berkoordinasi dengan kami, jadi kami hanya membantu melanjutkan penyidikan atau Mabes sendiri yang turun langsung,” katanya.

Sementara Kapolres Lampung Utara, AKBP Eka Mulyana, saat dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di rumah HS ditemukan sebuah buku tentang jihad.

Buku tersebut diduga dibawa HS saat pulang ke kampung halamannya pada  Idul Fitri 2017 lalu.

“Ya kami temukan buku tentang jihad dari dalam kamarnya, tapi belum diketahui tujuan HS membawa buku tersebut. Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti lain,”ujarnya.

Menurutnya, selama tiga tahun merantau, HS sudah tiga kali pulang ke rumah orangtuanya yang ada di Lampung Utara. “HS terakhir HS pulang, sekitar tiga bulan lalu menjenguk ayahnya yang sedang sakit,”ungkapnya.

Dikatakannya, berdasarkan dari kartu tanda penduduk yang bersangkutan, pihaknya memastikan kalau HS memang benar berasal dari  Desa Kalicinta, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara.