Beranda Hukum Terduga Teroris yang Digerebek di Bandarlampung Diduga Anggota Jaringan Santoso

Terduga Teroris yang Digerebek di Bandarlampung Diduga Anggota Jaringan Santoso

132
BERBAGI
Hingga Selasa tengah malam (2/2/2016) para polisi masih berjaga-jaga di sekitar rumah terduga teroris Edi Santoso di Jalan Selat Malaka 5, RT 8 Kampung Teluk Jaya, Kelurahan Panjang, Bandarlampung.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Sekretarisa Kelurahan  Panjang Selatan, Bandarlampung, Heri Abdul Khair (50), mengatakan sebelum penangkapan Edi Santoso yang diduga sebagai jaringan teroris, dirinya pernah dihubungi oleh salah seorang anggota dari Densus 88 Mabes Polri sekitar tiga bulan yang lalu.

“Anggota Densus yang menghubungi saya itu namanya Supri. Lalu Supri datang dan bertemu di rumah saya,”kata Heri saat di wawancarai awak media, Selasa malam (2/2/2016).

Anggota Densus tersebut, kata Heri, menanyakan kepada dirinya tentang pria bernama Edi Santoso yang dulunya pernah dagang ayam bersama orang tuanya.


BACA: Densus 88 Mabes Polri Gerebek Terduga Teroris Edi Santoso di Bandarlampung

“Polisi itu mengatakan orang yang dicarinya itu adalah anggota  jaringan teroris Santoso yang di Poso. Anggota Densus itu bilang, kalau orang itu ahli dalam merakit bom dan bagian dari jaringan teroris Santoso,”ujarnya.

Heri mengutarakan, anggota Densus juga mengatakan bahwa orang yang memang sedang dicarinya ini, pernah terlibat aksi perampokan bank di daerah Gadingrejo, Kabupaten  Pringsewu, Lampung.

“Saya tidak paham dan mengerti siapa sebenrnya orang yang dicari dengan anggota Densus itu, setelah ditunjukkan fotonya ternyata yang dicarinya itu adalah Edi Santoso anak dari pak Anwar,” kata dia.

Selanjutnya, untuk memastikannya, Heri membawa anggota Densus tersebut ke rumah  Susanto, mantan ketua RT setempat. Setelah bertemu bahwa ternyata benar, orang yang dicari itu adalah Edi Santoso alias Sukri.

“Setelah dinyatakan benar, anggota Densus itu menemumi ketua RT yang baru bernama Tomi. Lalu mengontrak rumah yang lokasinya dekat dengan rumah orangtua  Edi Santoso,”jelasnya.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho saat ditemui dilokasi penggrebekan mengatakan, terkait dengan terduga teroris dirinya belum mendapatkan konfirmasi pastinya dari Densus 88 Antiteror mengenai siap terduga teroris yang telah dibawa dengan Densus
tersebut.

“Saya belum tahu pastinya, siapa orang yang dibawa dengan Densus. Karena saat saya tiba di lokasi penggrebekan, hanya ada anggota Densus saja. Untuk barang apa saja yang sudah disita dari dalam rumah terduga teroris ini, kami belum mengetahuinya,”kata Hari kepada wartawan, Selasa malam (2/2/2016).

Hari mengaku,  memang ada satu orang yang dibawa dengan Densus 88 Antiteror untuk pengembangan jaringan yang diduga sebagai teroris.

“Saat ini Densus masih berada di dalam rumah tersebut melakukan penggeledahan, anggota Densus masih menunggu atasanya dari Jakarta,”terangnya.

Dikatakannya, pihaknya menerjunkan anggota gabungannya hanya untuk melakukan sterilisasi lokasi penggrebekan. Karena rumah terduga teroris tersebut rapat dengan penduduk, dikhawatirkan banyak
masyarakat yang datang lalu masuk untuk melihat lokasi tersebut.