Beranda Hukum Kriminal Terekam CCTV, Karyawan Alfamart Kepalanya Digetok Senpi Perampok Hingga Memar

Terekam CCTV, Karyawan Alfamart Kepalanya Digetok Senpi Perampok Hingga Memar

170
BERBAGI
Perampok Alfamart Gang PU Bandarlampung terekam kamera CCTV.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Enam perampok bercadar dan bersenjata api, menggasak uang tunai dan barang-barang senilai Rp 35 juta di Alfamart Jalan Pagar Alam Gang PU, pada Rabu (27/7/2016) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Dari rekaman kamera close circuit television (CCTV) terlihat para perampok tersebut, melumpuhkan karyawan toko dengan menodongkan senjata api, menyekap dan memukul kepala karyawan menggunakan gagang pistol.

Heni Astuti salah satu karyawati toko wiralaba Alfamart korban perampokan, mengaku para perampok yang berjumlah lima orang masuk ke dalam toko mengenakan masker, bertopi, bercelana jins pendek, menenteng senjata api. Mereka langsung mengancam dengan menodongkan senjata api ke arahnya dan rekan kerjanya yang lain.

“Saya dipaksa pelaku untuk membuka brankas. Karena saya gemetran dan brankas tidak bisa dibuka pelaku itu marah. Lalu kepala saya dipukul pelaku pakai pistol,”kata Heni kepada teraslampung.com, Sabtu sore (30/7/2016).

Dikatakannya, tak lama kemudian setelah ia dipukul dengan pistol, pelaku memaksa membuka brankas uang. Hingga akhirnya, pelaku dapat membuka brankas lalu mengambil uang RP 17 juta yang ada didalam berangkas. Lalu para perampok itu juga, mengambil barang-barang lainnya yang ada di dalam Alfamart.

“Akibat pukulan senjata api perampok tersebut, hingga saat ini kepala saya masih tersa memar dan sakit,”ungkapnya.

Pada saat kejadian, kata Heni, memang tidak ada perlawanan meski ada karyawan laki-laki. Karena para perampok tersebut, menggunakan senjata api sehingga membuat seluruh karyawan ketakutan, tegang dan hanya bisa terdiam saja yang bisa dilakukannya.

“Sudah dlaporkan kasusnya ke Polsekta Tanjungkarang Barat, pada Kamis pagi (28/7/2016) kemarin. Polisi sudah datang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa rekaman kamera CCTV,”terangnya.