Tergiur Keuntungan dan Bisa Pakai Narkoba, Febri Nekat Edarkan Sabu-sabu

  • Bagikan

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Tersangka M Febri Ficardo alias Farmanda (28) mengaku dirinya baru sekali menjual sabu-sabu. Menurutnya, ia terpaksa mengedarkan narkoba lantaran tergiur dengan keuntungannya yang besar. Selain itu, ia mengedarkan sabu-sabu agar bisa terus pakai sabu-sabu gratis hasil dari keuntungan mengedarkan narkoba tersebut.

“Baru kali ini mengedarkan narkoba, saya tergiur dengan keuntungan dari mengedarkan sabu-sabu. Saya juga sudah kecanduan, jadi agar bisa pakai saya mengedarkannya,”ujar Febri yang mengaku sebagai sarjana lulusan sebuah PTS di Labuhan Ratu, Bandarlampung, Kamis (27/10/2016).

Febri mengutarakan, sabu-sabu tersebut ia dapatkan dari seorang bandar di daerah Gunung Sugih, Lampung Tengah. Namun, ia mengaku tidak mengetahui pasti bandar narkoba tersebut.

“Kenal sama bandar sabu dan dapat nomor ponselnya dari teman, kalau mau pesan sabu-sabu dengan dia (bandar), cuma lewat sms saja lalu ada orang mengatarnya,”ucapnya
Dikatakannya, ia membeli sabu-sabu seharga Rp 1 juta, lalu satu paket kecilnya ia jual seharga Rp 200 ribu. Satu paket sabu-sabu, ia mendapat keuntungan sebesar Rp 50 ribu. Jika ada orang yang mau memesan sabu-sabu dengan dirinya, orang tersebut datang ke rumahnya.

“Setiap mau transaksi, saat orang tua saya sedang tidak ada di rumah. Saya sengaja menyembunyikan semua dari orangtua saya,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Tersangka M Febri Ficardo alias Farmanda (28) pengedar narkoba jenis sabu-sabu, diringkus Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polsekta Kedaton di rumahnya di Jalan Yulius Usman, Kelurahan Gedung Meneng, Rajabasa, pada Rabu malam (26/10/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat ditangkap, tersangka Febri sedang bermain catur bersama salah seorang temannya. Petugas yang saat itu akan membawa tersangka, sempat mendapat perlawanan dari orangtuanya yang menghadang petugas menggunakan pedang.

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang bukti enam paket kecil sabu-sabu yang di masukkan kedalam kotak kecil warna merah. Penangkapan tersangka Febri, hasil pengembangan dari tertangkapnya dua mahasiswa, Aldi dan Ridho sebagai kurir narkoba.

  • Bagikan