Beranda Hukum Terima Gratifikasi Harley Davidson, Pejabat Bea Cukai Ditangkap

Terima Gratifikasi Harley Davidson, Pejabat Bea Cukai Ditangkap

502
BERBAGI

Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Logo Bea Cukai (ilustrasi)

JAKARTA–Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipid Eksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah Bea Cukai Riau dan Sumatera Barat, Langen Projo, Kamis (16/1).

Langen Projo ditangkap karena diduga kuat menerima gratifikasi berupa motor Harley Davidson tipe Super Glider dari pengusaha bernama Hery Liwoto. Selain menyita Harley, penyidik juga menyita uang pecahan US$100 dengan jumlah total US$10 ribu yang berserakan di atas lemari Langen Projo. Barang bukti itu didapatkan dari hasil penggeledahan di rumah tersangka pada Senin lalu (13/1).

“Langen Projo dan Hery Liwoto sedang diperiksa, tapi apakah ditahan atau tidak, tunggu besok,” kata Direktur Dittipid Eksus Bareskrim Polri Brigjen Arief Sulistyanto di kantornya, Kamis (16/1).

Hery Liwoto dikenal sebagai pengusaha ekspor impor yang memimpin PT Kencana Lestari di Entikong, Kalimantan Barat. Gratifikasi yang diberikan Hery terjadi saat Langen Projo menjabat sebagai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Entikong, pada Juni 2009 hingga Juli 2010.

Langen Projo sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi tidak langsung ditahan. Pada penggeledehan di rumah Langen Projo di Jl Masjid IA Nomor 16, RT002 RW002, Alam Cempaka, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat pada Senin lalu (13/1), penyidik  menemukan dan menyita handphone, serta uang sejumlah 10 ribu dolar AS dalam pecahan 100 ribuan berserakan di atas lemari. Saat diperiksa, Langen mengaku lupa siapa pemilik uang tersebut.

Menurut Arief penangkapan keduanya bermula dari penyelidikan peredaran gula ilegal di Entikong. Penyidik yang telah turun ke lapangan kemudian menggandeng Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) yang kemudian mengeluarkan Laporan Hasil Pemeriksaan.

Arief mengatakan pihaknya awalnya menemukan informasi dan bukti transaksi mencurigakan atas nama Syafrudin. Syafrudin adalah mantan Kepala Seksi Kepabeanan di kantor Bea Cukai Entikong, Kalimantan Barat. Saat itu, Syafruddin merupakan bawahan Langen Projo di Entikong saat Langen menjabat Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Entikong sejak Juli 2008-Juni 2011.

Syafrudin saat ini ditahan di Cabang Kejaksaan Negeri Sanggau terkait dugaan pungutan liar kepada sopir angkutan barang dari Malaysia yang masuk ke Kalbar.

“Syafruddin juga menjadi tersangka,” ujar Arief.

Pemeriksaan Syafrudin mengarahkan penyidik pada Ratiman, pembantu sopir yang bekerja kepada Syafrudin. Kecurigaan terhadap Ratiman berasal dari besarnya uang dalam tiga rekening miliknya, yaitu senilai Rp19,7 miliar.

Di rekening Syafrudin terdapat uang senilai Rp11 miliar. Dari hasil pemeriksaan diketahui rekening Ratiman digunakan Syafrudin untuk menampung uang dari Hery Liwoto.

Loading...