Beranda Views Kopi Pagi Terima Kasih dan Cinta

Terima Kasih dan Cinta

234
BERBAGI

Wiratmadinata*

Kepada kerabat, handai tolan, rekan-rekan dan seluruh sahabat “FB”
yang saya cintai. Izinkanlah saya mengucapkan Terima Kasih dan Cinta, yang
mendalam atas segala simpati, dukungan dan partisipasi Anda semua dalam rangka
keikutsertaan saya pada Pileg 2014, 9 April lalu.

Betapa terharunya saya,
ketika pagi-pagi Anda menelpon, memastikan nomor urut saya dan hal-hal lain
yang berkaitan dengan itu sebelum berangkat ke TPS, atau mengirim sms
menginformasikan bahwa keluarga Anda telah memilih
saya, dan seterusnya. Ada juga yang dengan serius menanyakan hasil pemilihan
tgl. 9 April kemarin, sambil berharap saya berhasil dan terpilih. Sungguh,
seluruh perhatian dan simpati ini saya simpan dalam lubuk hati terdalam yang
tiada ternilai harganya.

Boleh jadi saya terpilih, dan boleh jadi tidak. Bagi kita bukan soal menang
atau kalah, tetapi “bagaimana kita menang” dan “bagaimana kita
kalah”. Saya menolak untuk berpolitik dengan cara yang sama seperti yang
selama ini sudah dianggap biasa. Inilah yang saya lawan, sehingga Anda melihat
“Mengapa saya melakukan, apa yang sudah saya lakukan”. Politik nilai,
dianggap bodoh ditengah pragmatisme dan materialisme. Politik nilai, dianggap
naif. Tapi saya memilih untuk menjadi naif, selama tidak menggadaikan keyakinan
saya pada kebaikan dari sebuah aktivitas politik.

Jumlah suara saya relatif tipis, tetapi “Bernilai”, karena tidak
saya dapatkan dengan cara “membeli”, dengan uang, harta benda, dan
janji apapun yang berkaitan dengan materi. Suara-suara itu adalah
“keteguhan” terhadap nilai, meski kita semua tahu itu tidak populer
di dunia yang akrab dengan kekerasan, materi dan kebebalan moral ini. Anda dan
saya sudah siap untuk kalah. Terima kasih untuk keyakinan dan keteguhan itu.

Bagi saya; “HIDUP HARUS DIPERJUANGKAN, BUKAN SEKADAR UNTUK MENANG ATAU
KALAH, TETAPI UNTUK MEMBERI MAKNA PADA HIDUP”. Anda dan saya telah
berjuang untuk memberi makna pada “politik nilai”, yang kita
percayai. Karena itu, siapapun yang menjadi penguasa, apakah penuh kasih atau
jumawa, kita harus optimis menjalani hidup kita sendiri hari demi hari.

Saya akan terus menulis puisi, mengajar di ruang kelas, berdiskusi tentang
apa saja, bercengkrama dengan kawan-kawan FB saya, Anda semua. Menikmati Kopi
Gayo yang lezat setiap pagi dan sore, dan mari kita lihat, apa yang bisa kita
sumbangkan pada kehidupan ini. Sesungguhnya, kita adalah pemenang kehidupan,
selama kita yakin pada NILAI-NILAI yang kita perjuangkan.

*penyair, tinggal di Banda Aceh

Loading...