Beranda Teras Berita Terindikasi ‘Money Politic’, 20 Caleg ‘Incumbent’ DPR RI Dilaporkan ke KPK

Terindikasi ‘Money Politic’, 20 Caleg ‘Incumbent’ DPR RI Dilaporkan ke KPK

249
BERBAGI

R. Usman, Bambang Satriaji/Teraslampung.com

Jakarta–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah  menerima Laporan Hasil Analisis (LHA) dari Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) yang berisi transaksi mencurigakan 20 calon anggota legislatif (caleg) incumbent (petahana). Ke-20 caleg petahana itu diduga terlibat politik uang pada Pemilu Legislatif 9 April 2014 lalu.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnain, mengatakan laporan tersebut akan diteliti dahulu apakah memang terindikasi korupsi atau tidak. Laporan tersebut, kata Zulkarnain, terkait nama tertentu yang selama ini banyak dikenal publik.

“Laporan  PPATK akan kami teliti bersamaan dengan data yang sudah dimiliki KPK.Kami akan menelusuri dan menindaklanjuti dengan serius,” kata Zulkarnain, Senin (14/4).

Menurut Zulkarnain, KPK sejak awal sudah mengingatkan kepada para caleg, terutama para anggota DPR yang mencalonkan diri lagi (petahana/incumbent), untuk tidak melakukan politik uang.  “Sebab itu sangat berbahaya. Kami pasti akan tegas,” ujarnya.

Meskipun dalam laporan PPATK kepada KPK tercantum 20 nama, Zulkarnain tidak mau buru-buru menyebutkan nama-nama itu kepada publik. “Harus hati-hati. Kami telusuri dulu,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua PPATK Agus Santoso mengatakan pihaknya sudah menyerahkan laporan kepada KPK yang berisi sekitar 20 nama yang diduga melakukan politik uang. Mereka terindikasi menerima gratifikasi dan korupsi.

“Laporan berisi indikasi dari transaksi keuangan yang mencurigakan yang dilakukan oleh PEP’s (Political Exposed Persons) atau caleg petahana,” kata Agus .

Agus mengatakan, nilai transaksi mencurigakan yang berhasil ditemukan mencapai miliaran rupiah. Sehingga, ditelusuri oleh PPATK dan hasil penelusuran diserahkan kepada KPK.

Menurut Agus laporan tersebut diserahkan kepada KPK karena beberapa memang atas permintaan dari lembaga antikorupsi tersebut. Pemantauan juga masih terus dilakukan oleh PPATK, walaupun pemilu legislatif (pileg) telah berakhir.

Seperti diketahui, PPATK, KPK, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menandatangani nota kesepahaman, terkait penyelenggaraan pemilu yang bersih. Nota kesepahaman itu memuat kesepakatan untuk di antara lembaga tersebut untuk bertukar informasi terkait dugaan politik uang yang dilakukan oleh para caleg Pemilu 2014.

Pada pertengahan Desember 2013 lalu PPATK  menemukan ada transaksi mencurigakan dari rekening partai politik peserta pemilihan umum 2014. Hasil riset sementara PPATK menunjukan transaksi mencurigakan Pemilu 2014 lebih banyak dibanding Pemilu 2004 dan 2009. Transaksi mencurigakan tersebut mulai muncul sejak awal 2013. Baca: PPATK: Transaksi Mencurigakan Pemilu 2014 Meningkat

“Setahun menjelang pemilu, pada saat tahun pemilu, dan satu tahun pascapemilu itu transaksi mencurigakan meningkat. Padahal, kita lihat tidak berhubungan secara signifikan dengan kondisi bisnis di negeri ini. Sehingga disinyalir kemungkinan besar ada praktik-praktik politik uang,” kata Ketua PPATK, Muhammad Yusuf.

Yusuf mengatakan pihaknya juga menemukan ada parpol yang memiliki jumlah uang di rekeningnya sedikit, tapi aktivitas fungsionarisnya begitu masif dan luas.

“Lantas semua uang dari mana?” ujarnya.

Menurut Yusuf, hasil riset menunjukkan ada kecenderungan peningkatan transaksi mencurigakan menjelang pemilu 2014 ini, jika dibandingkan dengan pemilu 2004 dan 2009 yang lalu.

Loading...