Terjebak di Kebun Warga, Seekor Orangutan Ditranslokasikan ke Taman Nasional Gunung Palung

  • Bagikan
Para petugas melepaskan seekor orangutan di hutan Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat. Foto: Biro Humas KLHK

TERASLAMPUNG.COM — Seekor orangutan jantan liar bernama Jala ditranslokasi oleh Tim gabungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ke Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa), Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

“Orangutan tersebut sempat terjebak di kebun warga di Desa Penjalaan, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalbar. Upaya penyelamatan dan translokasi dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat tentang keberadaan orangutan yang terjebak di kebun warga,” kata Kepala Balai Tanagupa KLHK, M. Ari Wibawanto, Jumat (7/5/2021).

Menurutnya, penyelamat orangutan tersebut terdiri atas Wildlife Rescue Unit (WRU), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (IAR) Indonesia, Yayasan Palung dan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan.

Ari mengungkapkan wilayah Resort Batu Barat  dipilih sebagai tujuan translokasi berdasarkan hasil survei dan kajian kelayakan habitat.

“Kawasan itu memiliki tingkat keamanan yang tinggi, jauh dari pemukiman dan memiliki tumbuhan pakan yang melimpah serta kerapatan individu orangutan yang masih rendah,” kata dia.

Ari mengatakan, translokasi orangutan ke Tanagupa ini adalah yang kedua selama 2021. Sebelumnya Tim tersebut juga telah memindahkan seekor orangutan jantan liar dewasa ke lokasi serupa pada April 2021.

“Kami akan tetap memonitor pergerakan orangutan tersebut selama berada di kawasan Gunung Palung dan memastikan dapat hidup aman, baik dan sehat” tags Kepala Balai Tanagupa.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati KLHK Indra Exploitasia menyatakan pemerintah, melalui KLHK telah melakukan upaya-upaya terbaik untuk menjamin keberlangsungan hidup orangutan.

Salah satunya adalah menetapkan beberapa areal di luar kawasan hutan sebagai kantong kantong baru bagi habitat orangutan.

“Diharapkan kantong kantong baru tersebut dapat menjaga keberlangsungan hidup dan keberadaan satwa endemik Indonesia ini,” katanya.

  • Bagikan