Beranda Ruwa Jurai Tulangbawang Terjebak di Kubangan Lumpur, Truk Muatan Semen Lumpuhkan Jalan Nasional Rawajitu

Terjebak di Kubangan Lumpur, Truk Muatan Semen Lumpuhkan Jalan Nasional Rawajitu

5806
BERBAGI
Trruk pegangkut semen terjebak kubangan lumpur di jalan nasional Rawajitu, Tulangbawang sejak Selasa sore (26 Februari 2019) hingga Rabu siang masih belum bisa ditarik dari kubangan lumpur. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan.

TERASLAMPUNG.COM –– Akibat sebuah truk terjebak di kubangan lumpur di tengah jalan, jalan nasional di wilayah Rawajitu, Kabupaten Tulangbawang, macet total, Rabu siang, 27 Februari 2019.

Puluhan mobil terpaksa harus mengantre untuk bisa melintasi jalan lain, yakni jalan alternatif yang dibuat secara swadaya oleh warga.

Menurut Ismet Ironi,  salah seorang warga Rawajitu, kemacetan ini terjadi sejak Selasa petang pukul 15.00 WIB.

“Hingga Rabu siang masih macet. Mobil – mobil yang terjebak kemacetan sedang berupaya dialihkan ke badan jalan alternatif yang di susun batu oleh P3UW Lampung guna solusi alternatif agar kendaraan yang lain bisa melintas,” katanya.

Antrean panjang kendaraan di Rawajitu,Kabupaten Tulangbawang, Rabu siang, 27 Februari 2019.

Ismet mengatakan, sementara ini kerjasama alat berat Dinas PU dan material batu dari P3UW Lampung sedang diupayakan untuk membuat badan jalan alternatif agar mobil yang lain bisa lewat.

“Kasihan para penumpang umum kalau terus macet sampai besok,” ujar Ismet.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir jalan nasional di Rawajitu memang telah mendapatkan bantuan kucuran dana dari pemerintah pusat. Namun, buruknya kondisi jalan yang ada dan terbatasnya anggaran yang disalurkan membuat beberapa titik terparah di jalan nasional tersebut justru sama sekali belum tersentuh.

Arus lalu lintas di jalan nasional Rawajitu sepanjang 62 kilometer ini sehari-hari sebenarnya tidak begitu padat. Namun, burukmya kondisi jalan selalu menjadi penyebab kelancaran arus lalu lintas menuju wilayah lumbung padi nasional dan sentra udang terbesar di Provinsi Lampung ini terganggu.

TL | Ari Suharso

Loading...