Terkait Bisnis Prostitusi, Nikita Mirzani dan Puty Revita Diperiksa Sebagai Saksi

Bagikan/Suka/Tweet:

 

Nikita Mirzani (Foto:tribunnews.com)

JAKARTA, Teraslampung.com — Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri menahan dua pria yang diduga berperan sebagai mucikari prostitusi kelas atas yang melibatkan selebritas, di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis malam(10/12). Dua pria berinisial O dan F itu ditangkap berdasarkan pengembangan kasus prostitusi online yang pernah ditangani Polri.

“Telah diamankan tersangka O dan F dengan dugaan pelanggaran Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang,” kata Kasubdit III Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Umar Fana, di Jakarta, Jumat.

Mereka diamankan di sebuah hotel bintang lima di kawasan Jakarta Pusat.

Dalam penangkapan tersebut, turut diamankan juga dua artis dan model berinisial Nikita Mirzani dan Puty Revita yang merupakan korban. Ketika dibawa ke  Mabes Polri,  Puty Revita  menutup wajah dengan cadar dan mengenakan topi. Sedangkan  Nikita Mirzani terlihat lebih cuek,  dan mengumbar senyum kepada para wartawan.

Kombes Umar Fana mengatakan, dalam kasus tersebut, terungkap tarif kencan prostitusi artis ini kisarannya  Rp50 juta hingga Rp120 juta.

Short time sekitar Rp50 juta. Paling mahal Rp120 juta,” katanya.

Menurut Umar, Puty dan Nikita  ditangkap di hotel yang sama tetapi berbeda kamar.

Barang bukti yang disita antara lain bukti
transfer untuk mem-booking keduanya serta rekening koran mucikari O dan
F, pakaian dalam, bill
hotel, kondom, handphone.

“Sekarang sedang dikloning di cyber crime untuk
dilihat data-data yang ada di situ (dari HP-red),” kata  Umar.

Umar menduga  selain Nikita dan Revita, kemungkinan ada korban lain yang
‘dijual’ oleh keduanya.
“Ada beberapa nama yang kemarin sudah muncul
secara manual,” katanya.

Menurut Umar Nikita dan Puty  merupakan pemain lama di dunia gelap. Hal tersebut diindikasikan kuat dengan iisi
percakapan (terkait prostitusi online) yang ada di HP yang disita.

“Kalau dilihat dari transkripnya, ya bukan pertama kali,” pungkasnya.

TL-Dewira