Terkait DAK Lampung Tengah, KPK Tetapkan Azis Syamsuddin sebagai Tersangka

  • Bagikan
Ketua KPK Firli Bahuri mengumumkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait DAK Lampung Tengah, Sabtu dini hari (25/9/2021). Foto: tangkapan layar kanal KPK
Ketua KPK Firli Bahuri mengumumkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait DAK Lampung Tengah, Sabtu dini hari (25/9/2021). Foto: tangkapan layar kanal KPK

TERASLAMPUNG.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Azis Syamsuddin sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap Stepanus Robin Pattuju. Suap itu diduga untuk mengurus perkara korupsi dana alokasi khusus )(DAK) Kabupaten Lampung Tengah yang ditelisik KPK.

“Saudara AZ Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2029 tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji dalam penanganan perkara yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers, Sabtu dini hari, 25 September 2021.

Firli mengatakan Azis ditangkap di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan (bukan datang ke KPK atas kemauannya sendidi). Firli menyebut operasi penangkapan itu dipimpin langsung oleh Direktur Penyidikan Karyoto.

Sebelumya KPK memanggil Azis untuk diperiksa pada Jumat, 24 September 2024. Namun, Azis mangkit dengan alasan ia sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena baru saja beriteraksi dengan  orang yang positif Covid-19.

KPK pun melakukan pemeriksaan swab antigen terhadap Azis. “Hasil swab test antigen nonreaktif Covid-19 sehingga bisa dilakukan pemeriksaan,” ujar Firli.

KPK dikabarkan menetapkan Azis menjadi tersangka pemberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju sejak awal September lalu. Nama Azis disebut KPK dalam dakwaan untuk Robin Pattuju.

Dalam dakwaan, KPK menyatakan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan uang Rp 3 miliar dan US$ 36 ribu kepada Robin. Uang itu diberikan agar Robin mengurus perkara korupsi dana alokasi khusus Lampung Tengah yang diduga menyeret nama Azis dan Aliza.

 

  • Bagikan