Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Terkait Layanan Parkir di RSU Ryacudu, Wabup Sri Widodo Ancam Hentikan Kerjasama...

Terkait Layanan Parkir di RSU Ryacudu, Wabup Sri Widodo Ancam Hentikan Kerjasama dengan PT Oto Guardian

250
BERBAGI
Wakil Bupati Sri Widodo didampingi Kasat Pol PP Lampung Utara meninjau kondisi mesin parkir yang kerap dikeluhkan warga, Kamis (27/4/2017).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Wakil Bupati Sri Widodo mengancam akan menghentikan kerja sama dengan PT Oto Guardian Solusi jika masih tak memperbaiki mesin parkir mereka yang kerap rusak di Rumah Sakit Umum Ryacudu, Kotabumi, Lampung Utara.

‎”Kalau (mesin parkirnya rusak) seperti ini terus, putuskan saja (kerjasama dengan mereka),” tegas Sri Widodo saat mendapati kondisi mesin parkir yang rusak di RSUR, Kamis (27/4/2017).

Rencana pemutusan kerja sama ini, menurut Sri Widodo, harus segera dilakukan bila memang PT. Oto Guardian tak sanggup menanggulangi kerusakan mesin parkir yang kerap terjadi. Jika kondisi ini tetap dipertahankan maka kenyamanan para pengunjung RSUR akan terus terganggu. Padahal, pihaknya sedang berusaha keras meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat termasuk pengelolaan lahan parkir di dalamnya.

“Tujuan kerja sama ini kan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan membuat parkir lebih tertib dan aman. Bukannya malah menambah runyam seperti ini,” tandasnya.

‎Parkir elektronik di RSUR yang dikelola PT. Oto Guardian Solusi terus menuai kontroversi di tengah masyarakat. Belum selesai dengan persoalan ketidakjelasan besaran tarif parkir, kini timbul persoalan baru.

Persoalan baru itu, yakni munculnya dugaan bahwa retribusi parkir baik motor maupun mobil di sana tak sesuai dengan tarif yang telah diatur dalam Peraturan Daerah. ‎Selain itu, sistem kelipatan biaya parkir tiap jam seperti yang diterapkan di pusat perbelanjaan kota – kota besar sama sekali tak ada di dalam Perda.

Sistem kelipatan biaya ini dianggap cukup memberatkan warga karena para pengunjung RSUR ialah sebagian besar dari keluarga pasien yang notabene sedang dalam kesusahan.