Beranda Politik Terkait Manuver Lingkaran Istana, AHY Terima Surat Kesetiaan Kader Demokrat

Terkait Manuver Lingkaran Istana, AHY Terima Surat Kesetiaan Kader Demokrat

184
BERBAGI
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pidato politik tentang perkembang isu terkini di DPP Partai Demokrat, Jakarta, 1 Februari 2021. Tempo/Friski R

TERASLAMPUNG.COM — Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku telah menerima surat pernyataan kesetiaan para kadernya untuk tunduk pada kepemimpinan partai yang sah.

“Kami bersyukur, hakikatnya semua pimpinan dan kader Partai Demokrat menolak dengan tegas segala niat, upaya dan gerakan mendongkel kepemimpinan Partai Demokrat yang sah,” kata AHY di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.

AHY mengatakan, para pimpinan partai di daerah dan cabang seluruh Indonesia telah memberikan surat pernyataan kesetiaan dan kebulatan tekad untuk patuh pada kepemimpinan hasil Kongres Partai Demokrat tahun lalu yang sah.

AHY meyakini gerakan manuver politik yang ingin mengambil alih posisi dirinya dapat ditumpas oleh kesetiaan para kader di tingkat pusat hingga daerah dan cabang.

“Seluruh kader Demokrat saya instruksikan untuk merapatkan barisan dan mempertahankan soliditas yang telah terbangun ini, serta terus bersatu dan memperjuangkan harapan rakyat Indonesia,” ujarnya.

AHY sebelumnya menyampaikan adanya gerakan politik yang melibatkan pejabat di lingkaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan ingin merebut kekuasaan pimpinan Demokrat secara inkonstitusional. Namun hingga tulisan ini diturunkan belum ada keterangan dari Istana soal tudingan tersebut.

Gabungan gerakan tersebut ada 5 orang, terdiri atas satu kader aktif, satu kader yang sudah 6 tahun tidak aktif, satu mantan kader yang suah 9 tahun diberhentikan tidak hormat karena menjalani hukuman korupsi, satu kader yang keluar 3 tahun yang lalu, dan 1 nonkader yang merupakan pejabat tinggi pemerintahan.

Kelima pelaku mengajak dan meminta dukungan sejumlah pimpinan di Partai Demokrat untuk mengganti dengan paksa Ketua Umum Demokrat. Ajakan tersebut, kata AHY, dilakukan melalui telepon maupun pertemuan langsung.

TEMPO