Beranda Hukum Kriminal Terkait Masalah Seks, Nasir Habisi Teman Sekolahnya Semasa SMP Pakai Batu Cobek

Terkait Masalah Seks, Nasir Habisi Teman Sekolahnya Semasa SMP Pakai Batu Cobek

386
BERBAGI
Tersangka pembunuh Bambang, Nasir, ditembak kakinya oleh petugas. Nasir membunuh pemilik warung itu dengan memukulkan cobek batu ke kepala korban.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — M. Nasir (42)tersangka pembunuhan korban Bambang Irawan mengakui, bahwa dirinya yang telah menghabisi nyawa Bambang lantaran korban melakukan pelecehan terhadap dirinya, dengan melakukan oral sex kemaluannya saat ia sedang tidur.

Dikatakannya, ia dari Bogor pergi ke Lampung, berniat mau mengantarkan sampel buah kapolaga daganganya ke pembelinya di bypass Rajabasa. Karena kemalaman, Nasir numpang menginap dirumah Bambang yakni teman sekolahnya semasa SMP dulu.

“Saat saya sedang tidur, saya kaget dan terbangun lihat celana saya kok sudah dibuka. Lalu kemaluan saya, lagi dioral sama Bambang. Saat itu, saya reflek, dan tendang korban satu kali dan terjatuh,”ujarnya, Rabu (22/3/2017).

Ternyata, kata Nasir, korban justru makin menjadi, saat itu juga ia mengambil batu ulekan yang berada disampingnya. Batu ulekan tersebut, langsung ia hantamkan ke wajah sebelah kiri korban sebanyak satu kali dan korban masih tetap melawan.

“Karena korban masih melawan, saya mengambil batu cobek dan langsung saya pukuli kepalanya sebanyak tujuh kali sampai akhirnya korban terkapar dan tewas. Saya tidak ada niat membunuh korban, saya khilaf dan kesal karena kemaluan saya sudah dioralsex sama korban,”ungkapnya.

Menurut bapak satu anak yang kesehariannya dagang buah-buahan di Bogor, Jawa Barat ini, malam itu ia mengetahui kalau korban sudah meninggal dunia. Karena bingung dan takut ketahuan keluarga korban, ia langsung melarikan diri.

“Malam itu saya bingung, apa harus menyerahkan diri atau kabur. Karena saya juga takut, pagi subuh saya kabur dan balik lagi ke Bogor, Jawa Barat,”terangnya.

Diakuinya, selama dalam pelarian, ia baru sekali pulang ke rumahnya di Talang Padang, Tanggamus untuk bertemu dengan istri dan anaknya. Bahkan istrinya, memberitahukan kalau Bambang tewas dibunuh. Saat itu ia hanya diam saja, karena takut ketahuan dengan istrinya kalau yang membunuh Bambang adalah dirinya.

“Sewaktu saya pulang ke rumah, istri saya sempat bilang kalau Bambang tewas dibunuh. Tapi saya diem saja, dan menjawab nggak tahu. Bahkan saya ditangkap polisi ini saja, karena sudah membunuh Bambang istri saya belum tahu,”jelasnya.

Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus M Nasir (42) buronan (DPO) tersangka pembunuhan korban Bambang Irawan (40) yang tewas dengan luka hantaman benda tumpul (cobek) di kepalanya hingga hancur di dalam warung miliknya di daerah Panjang pada tahun 2014 silam.

Polisi menangkap warga Banding Agung, Talang Padang, Tanggamus tersebut, di daerah Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (14/3/2017) siang lalu. Karena berusaha melawanan dan melarikan diri saat akan ditangkap, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas kedua kakinya.