Beranda Hukum Narkoba Terkait Narkoba, Dua PNS Pemkab Lampung Utara Ditangkap Polisi

Terkait Narkoba, Dua PNS Pemkab Lampung Utara Ditangkap Polisi

894
BERBAGI
H (kanan) D (tengah) dua oknum PNS yang diamankan polisi usai bertransaksi narkoba dengan R (kiri).

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–‎H (36) dan D (35), dua oknum PNS Pemkab Lampung Utara, harus merasakan dinginnya lantai penjara Mapolres, Rabu (25/1/2017) sekitar 20.00 WIB. Kedua oknum PNS yang diamankan dengan sangkaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu itu dicokok dari kediaman D, di bilangan perumahan Suka Jadi, Desa Bumi Raya, Abung Selata‎n.

Penangkapan atas keduanya ini buntut dari tertangkapnya R (27), terduga bandar sabu, di daerah Muara Jaya, Kotabumi Udik, Kotabumi.

“Penangkapan atas D dan H, dua oknum PNS berawal dari penangkapan R, terduga bandar sabu yang ditangkap beberapa jam sebelumnya,” kata Kapolres, AKBP. Esmed Eryadi, dalam pers release-nya, Kamis siang (26/1/2017).

Berdasarkan keterangan R itulah didapat informasi jika tersangka baru saja melakukan transaksi narkoba dengan D yang belakangan diketahui merupakan oknum PNS. Anggota Satuan Reserse Narkoba langsung bergegas menuju ke kediaman D. Sesampainya di kediaman D, petugas segera mengamankan D berikut rekannya, H.

“Di rumah D, ternyata sudah ada H, rekannya. Dari rumah tersangka, anggota mengamankan satu alat hisap dan sisa – sisa sabu,” terangnya.

‎Sementara, dari tangan R, terduga bandar sabu, pihak kepolisian mengamankan dua paket sabu seberat 1,7 Gram dengan nilai Rp1,6 juta. Selain mengamankan barang bukti narkoba, mereka juga mengamankan satu unit mobil dinas yang digunakan oleh tersangka D saat bertransaksi narkoba.

‎”Karena tersangka D bertransaksi narkoba dengan R menggunakan mobil dinas maka mobil itu terpaksa diamankan sebagai barang bukti,” papar pria asal Provinsi Bengkulu itu.

Menurut orang nomor satu di Mapolres ini, akibat perbuatannya, tersangka D dan H terancam hukuman penjara maksimal empat tahun sebaimana yang diatur dalam pasal 112 dan 127 pada Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan R, akan dijerat dengan pasal 112 dan 114 dalam Undang – Undang yang sama dengan ancaman minimal empat tahun penjara.

“Karena R terduga bandar sabu maka R terancama hukuman minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun penjara,” tegas Perwira Pertama Kepolisian ini.