Terkait Penutupan Hotel dan Rumah Makan, PHRI Sambangi DPRD Bandarlampung

  • Bagikan
Dengar pendapat PHRI Lampung dengan Komisi II DPRD Kota Bandarlampung.
Dengar pendapat PHRI Lampung dengan Komisi II DPRD Kota Bandarlampung.

TERASLAMPUNG.COM — Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung melakukan dengar pendapat dengan Komisi II DPRD Kota Bandarlampung mengadukan kebijakan Pemkot yang melakukan penyegelan tempat usaha anggotanya.

Menurut Sekretaris Umum (Sekum) PHRI Lampung, Friyandi Irawan, kedatangannya ke dewan untuk meminta agar DPRD memberikan rekomendasi kepada Pemkot agar dalam memungut pajak itu menggunakan cara yang persuasif.

“Selain itu, kami juga minta dengan cara yang bijak di tengah situasi yang sulit sekarang ini,” katanya, , Kamis, 1 Juli 2021.

Friyandi menambahkan saat ini kondisi anggotanya mengalami penurunan pemasukan yang drastis karena tingkat hunian hotel saat ini menurun tajam.

“Dalam 16 bulan terakhir iini untuk membayar gaji karyawan saja susah. Dari penerimaan 80 persen, terjun bebas. Kami sedang ‘berdarah-darah’. Jadi lakukan dengan cara yang bijaklah. Kami ini (pengusaha) harusnya dijadikan mitra yang sejajar,” harapnya.

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Kota Bandarlampung Agusman Arif mengatakan Komisi II meminta kepada PHRI untuk menyerahkan surat yang berisi keinginan pihak pengusaha hotel dan restoran itu ke Komisi II untuk dibawa dalam rapat evaluasi dengan BPPRD.

“Keinginan kawan-kawan PHRI akan dikomparasikan dengan langkah-langkah yang diambil oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) dan apakah keinginan itu bisa dilakukan oleh BPPRD,” jelasnya.

Namun, kata Agusman Arif Komisi II tidak akan memberikan toleransi kepada anggota PHRI yang “bandel” dalam membayarkan kewajibannya.

“Kecuali yang bandel. Kalau  sudah bandel tidak mau bayar pajak wajar dong diambil tindakan tegas. Pemkot dikejar target realisasi pendapata. Kalau tidak ada tindakan yang tegas realisasi bisa tidak tercapai,” jela politisi Partai Demokrat itu.

Dandy Ibrahim

  • Bagikan