Beranda Headline Terkait Uang Pembebasan Lahan Jalan Tol, Mantan Kades Agom Ditahan

Terkait Uang Pembebasan Lahan Jalan Tol, Mantan Kades Agom Ditahan

491
BERBAGI

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Mantan Kepala Desa (Kades) Agom, Kalianda, Muchsin Syukur (39) tertangkap tangan Tim Sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Lampung Selatan di Rumah Makan Beringin Jaya di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, pada Kamis (19/1/2017) sore lalu. Polisi menangkap tersangka, saat sedang meminta uang kompensasi ganti rugi pembebasan lahan milik Widodo yang terkena pembangunan jalan tol lintas sumatera.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung, Kombes Pol Sulistyaningsih mengatakan, tim Saber Pungli menangkap Muchsin mantan Kades Agom, Kalianda saat berada di rumah makan Beringin Jaya, Desa Sidorejo, Kecamatan Sidomulyo, pada Kamis (19/1/2017) sore lalu.

“Muchsin sudah ditetapkan tersangka, mantan Kades Agom tersebut ditangkap karena meminta uang kompensasi pembebasan lahan tol sebesar 2,5 persen dari nilai ganti rugi kepada korban Widodo,”ujarnya, Jumat (20/1/2017).

Menurutnya, kejadian tersebut, bermula pada Desember 2016 lalu. Korban Widodo yang merupakan seorang guru, mendapatkan ganti rugi pembebasan atas tanahnya yang diperuntukkan pembangunan jalan tol lintas sumatera.

“Nilai ganti rugi pembebasan lahan tersebut, hingga mencapai sebesar Rp 1,5 miliar,”ungkapnya.

Sulis mengutarakan, Muchsin mantan Kades tersebut, meminta kompensasi pembebasan lahan sebesar 2,5 persen dari nilai ganti rugi sebesar Rp 37,5 juta. Karena terlalu besar, korban Widodo tidak menyanggupi permintaan mantan Kades tersebut.

“Widodo menolak, terus Muchsin mendatangi Widodo dan memaksa meminta kompensasi itu, lalu terjadi negoisasi antara tersangka Muchsin dan korban Widodo,”ungkapnya.

Selanjutnya, kata Sulis, Muchsin menurunkan nilai permintaan dari nilai ganti rugi lahan sebesar Rp 25 juta. Widodo tidak menyanggupi permintaan Muchsin, lalu kembali menurunkan sebebsar Rp 20 juta tapi permintaan itu tetap tidak disanggupi Widodo. Hingga akhirnya, Muchsin meminta kompensasi sebesar Rp 15 juta.

“Widodo ditemani pamannya, menemui Muchsin di Rumah Makan Beringin Jaya. Widodo menyerahkan perhiasan kalung seberat 10 gram, gelang emas muda 10 gram, gelang bangkok 5 gram, cincin emas muda 7 gram dan uang tunai Rp 2 juta. Saat meyerahkan barang-barang tersebut, tim Saber Pungli menangkap Muchsin,”terangnya.