Beranda Hukum Terlilit Kredit Macet Rp10,3 M, Koperasi Serai Serumpun Punya Saham 0,24% di...

Terlilit Kredit Macet Rp10,3 M, Koperasi Serai Serumpun Punya Saham 0,24% di BPR Syariah

446
BERBAGI
Dewan Komisaris BPR Syariah Kotabumi, Zainul Arifin

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Bank Perkreditan ‎Rakyat Syariah Kotabumi, Lampung Utara (BPRS Lampura) membenarkan Koperasi Pegawai Serai Serumpun merupakan salah satu pemegang saham di bank mereka.

“Koperasi Serai Serumpun memiliki saham sebanyak 0,24 persen di BPR Syariah,” kata  Dewan Komisaris BPRS Kotabumi, Zainul Arifin, Rabu (1/4/2020).

Jika dikalkulasikan dengan rupiah maka besaran modal yang ditanamkan oleh KP Serai Serumpun hanya senilai Rp25.000.000. Lantaran tercatat sebagai pemilik saham maka BPRS selalu membagi keuntungan (dividen) dengan KP Serai Serumpun tiap tahunnya. ‎

“Di tahun 2019 silam, dividen yang diberikan sebesar Rp9.497.369,00,” terangnya.

Keuntungan yang dibagi dengan KP Serai Serumpun tidak diberikan kepada mereka melainkan diberikan kepada PT. Bank Syariah Mandiri. Hal ini dikarenakan KP Serai Serumpun masih memiliki kredit macet dengan PT. BSM.

“Pembagian keuntungan berlangsung sejak pendirian BPRS. ‎Keuntungan yang didapat oleh KP Serai Serumpun akan disetor tiap tahun ke BSM karena kredit macet Koperasi Serai Serumpun,” ‎beber dia.

Sebelumnya, KP Serai Serumpun ternyata masih terlilit kredit macet sebesar Rp10,3 Miliar dengan PT. Bank Syariah Mandiri. Untuk mengatasi persoalan ini, PT. BSM menunjuk Law Firm Gunawan Raka & Partners untuk menyelesaikan permasalahan kredit macet tersebut.

KPRI Serai Serumpun sendiri sejak beberapa tahun terakhir mengalami mati suri meski permasalahan kredit macet ini belum tuntas. Para pengurus seperti menghilang ditelan bumi.

Mati suri ini tergambar jelas dengan tidak adanya aktivitas yang dilakukan di kantor KPRI Serai Serumpun di Jalan Etsiko Siomi, Kotabumi. Gedung kantor juga terlihat tidak terawat dan kusam.

‎Belakangan diketahui jika pengajuan kredit ‘bermasalah’ ini dilakukan tanpa sepengetahuan para dewan pengawas. Mereka mengklaim baru tahu adanya kredit fantastis saat kredit itu menunggak dan mencuat ke permukaan.

‎Permasalahan Koperasi Pegawai Serai Serumpun sendiri ditengarai pernah ditangani oleh pihak Polda Lampung beberapa tahun silam. Namun, belum diketahui apakah penanganan persoalan itu menyangkut permasalahan kredit macet atau terkait persoalan lainnya.

“Kami dengarnya Koperasi Serai Serumpun pernah diperiksa oleh pihak Polda Lampung beberapa tahun lalu,” ‎terang Kasi Peningkatan Sumber Daya Manusia di Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Lampung Utara, Nurlia.

Loading...