Beranda Hukum Terlilit Kredit Macet Rp10,3 M, Koperasi Serai Serumpun Ternyata Punya Saham di...

Terlilit Kredit Macet Rp10,3 M, Koperasi Serai Serumpun Ternyata Punya Saham di BPR Syariah Kotabumi

339
BERBAGI
Kantor Koperasi Serai Serumpun di Kotabumi, Lampung Utara, yang dalam keadaan tertutup dan tidak terawat. Foto diambil pada Selasa, 24 Maret 2020. Foto: Teraslampung.com/Feaby Handana

‎Feaby Handana |Teraslampung.com

Kotabumi–Koperasi Pegawai Serai Serumpun Lampung Utara ‎yang kini mati suri ternyata memiliki saham di Bank Perkreditan Rakyat Syariah Kotabumi. BPR Syariah merupakan badan usaha milik di bidang perbankan milik Pemkab Lampung Utara.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Teraslampung.com, jumlah saham yang dimiliki oleh Koperasi Serai Serumpun memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan Pemkab Lampung Utara sebagai pemilik saham utama. Jumlah saham Koperasi Serai Serumpun hanya sebesar 0,24 persen.

‎Dengan kepemilikan saham tersebut tentunya Koperasi Serai Serumpun meraup keuntungan rupiah tiap tahunnya jika BPRS meraih keuntungan. Kuat dugaan, saham yang dimiliki oleh KP Serai Serumpun ini berasal dari iuran anggota atau dari kredit macet yang dipinjam dari PT. Bank Syariah Mandiri.

Sayangnya, Teraslampung.com tidak dapat mengorek keterangan apapun dari pihak BPRS Kotabumi seputar kepemilikan saham KP Serai Serumpun dan keuntungan yang didapat berikut ke mana keuntungan dari BPRS itu mengalir‎.

Dewan Komisaris BPR Syariah Kotabumi, Zainul ‎A‎rifin, sama sekali tidak menanggapi konfirmasi yang diajukan oleh Teraslampung.com, Selasa sore (31/3/2020).

Konfirmasi yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp hanya dibaca saja oleh yang bersangkutan.

PT Bank Syariah Mandiri menunjuk Law Firm Gunawan Raka & Partners untuk menyelesaikan permasalahan kredit macet sebesar Rp10,3 Miliar yang dipinjam oleh KPRI Serai Serumpun.

DKPRI Serai Serumpun sendiri sejak beberapa tahun terakhir mengalami mati suri meski permasalahan kredit macet ini belum tuntas. Para pengurus seperti menghilang ditelan bumi.

Mati suri ini tergambar jelas dengan tidak adanya aktivitas yang dilakukan di kantor KPRI Serai Serumpun di Jalan Etsiko Siomi, Kotabumi. Gedung kantor juga terlihat tidak terawat dan kusam.

‎Belakangan diketahui jika pengajuan kredit ‘bermasalah’ ini dilakukan tanpa sepengetahuan para dewan pengawas. Mereka mengklaim baru tahu adanya kredit fantastis saat kredit itu menunggak dan mencuat ke permukaan.

‎Permasalahan Koperasi Pegawai Serai Serumpun sendiri ditengarai pernah ditangani oleh pihak Polda Lampung beberapa tahun silam. Namun, belum diketahui apakah penanganan persoalan itu menyangkut permasalahan kredit macet atau terkait persoalan lainnya.

“Kami dengarnya Koperasi Serai Serumpun pernah diperiksa oleh pihak Polda Lampung beberapa tahun lalu,” ‎terang Kasi Peningkatan Sumber Daya Manusia di Bidang Koperasi Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Lampung Utara, Nurlia.

Loading...