Beranda Hukum Kriminal Rusuh Lampung Utara: Dua Tersangka Pembunuh Siswa SD Diringkus Polisi

Rusuh Lampung Utara: Dua Tersangka Pembunuh Siswa SD Diringkus Polisi

932
BERBAGI
Dua tersangka yang ditangkap Tekab 308 Polda Lampung dan Polres Lampung Utara (net/Ist)

Feaby Handana/Teraslampung,com

BANDARLAMPUNG –Dua tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan M. Jaya Pratama (13) yang membuat Dusun 2, Desa Sukadana Ilir, Bunga Mayang, Lampung Utara dilanda aksi amuk massa, ditangkap Tim Tekab 308 Polda Lampung dan Polres Lampung Utara, Rabu (3/2/2016).

“Ya, benar. keduanya ditangkap dalam tempo 1 x 24 jam setelah kejadian kerusuhan di Lampung Utara. Penangkapan dipimpin Kasubdit 3 Jatanras Polda Lampung AKBP Ruliandi Yunianto,” kata Kabid Humas Polda Lampung, AKBP Sulistyaningsih, Rabu malam (3/2/2016).

Pembunuhan terhadap M. Jaya Utama inilah yang kemudian memicu rusuh dengan pembakaran puluhan rumah oleh sekelompok massa di  Desa Sukadana Ilir, Kecamatan Bungamayang, Kabupaten Lampung Utara, Selasa (2/2) pagi.

Sulisgtyaningsih mengatakan, keduanya merupakan pelaku pembunuhan M. Jaya Utama (13 tahun), anak kelas 5 SD pada 26 Jauari 2016 lalu.

“Pelaku utamanya adalah Marsudi,” katanya.


SIMAK: Rusuh Lampung Utara: Enam Orang Jadi Tersangka, Provokator dan Pembunuh Masih Diburu Polisi

Jasad korban kemudian dibungkus dandibuang di lebung. Keluarga korban sudah mencari Jaya sejak pekan lalu dan tidak menemukannya. Mayat korban baru ditemukan di dekat lebung di Desa Sukadana Ilir pada Selasa pagi (2/2/2016). Penemuan jasad korban itulah yang memicu kemarahan warga dan menyebabkan aksi pembakaran puluhan rumah.

Menurut Sulis, sebelum dibunuh, korban dipukul hingga pingsan. Kemudian korban  dibawa ke kebun tebu. Namun, dalam perjalanan menuju kebun tebu korban meronta-ronta sehingga membuat pelaku marah.

“Korban dipukul sampai pingsan.Kemudian dibawa ke kebun tebu. Tapi saat dibawa dengan sepeda motor,  korban meronta-ronta sehingga pelaku menyayat nadi pergelangan tangan kanan si korban hingga meninggal. Mayatnya kemudian dibuang ke bendungan tempat ditemukannya mayat tersebut,”beber Sulis.

Sementara itu. kabar tentang telah diamankan kedua pelaku ini telah menyebar dan menjadi perbincangan hangat di salah satu grup Facebook sejak sejam terakhir.

Kedua pelaku ternyata dikenal sebagai penjual bakso di wilayah tersebut. Berdasarkan komentar dari para pemilik akun, motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh dendam pelaku kepada ayah korban, Johan.

Di media sosial gambar pelaku dengan wajah lebab juga tampak jelas. Beberapa netizen menanggapi penangkapan itu dengan kemarahan. Bahkan, ada seorang netizen yang meminta agar pelaku
dihukum mati.

Data hingga  Rabu (3/2/2016) setidaknya 31 unit rumah dibakar dan 43 unit rumah lainnya rusak berat akibat amuk massa  di Dusun 2, Desa Sukadana Ilir Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Lampung Utara.

Pembakaran rumah terjadi sejak , Selasa (2/2) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.Puluhan orang memabi buta membakar rumah berdasarkan petunjuk anjing pelacak.

Camat Bunga Mayang, Amir Faisal, membenarkan, aksi pembakaran ini dipicu oleh penemuan jenazah Muhammad Jaya Pratama (13) bin Johan warga Desa Sukadana Udik. Jenazahnya ditemukan mengapung di aliran lebung Desa Bandar Rejo, sekitar pukul 08.30 WIB. Muhammad Jaya Pratama sendiri dikabarkan hilang sejak 26 Januari 2016 lalu.

“Hari ini (2/2/2016) jasad M Jaya Pratama ditemukan sudah membusuk dan diduga karena dibunuh,” kata Amir.

Tim Teraslampung.com

Ikuti Perkembangan Berita: Rusuh Lampung Utara

Loading...