Tersangka Pembunuh Suami-Istri Pengusaha Pencucian Sepeda Motor Diringkus di Prabumulih

Bagikan/Suka/Tweet:

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kapolres Bandarlampung  Kombes Hari Nugroho (kanan), Selasa (12/4) menginterogasi Edo, tersangka pembunuh pasangan suami istri pemilik usaha laundry dan cuci sepeda motor di Jl. Yos Sudarso Bandarlampun.

BANDARLAMPUNG – Edo Pratama (22), warga Jalan Yos Sudarso Kelurahan Pidada, Panjang yang jadi tersangka pembunuhan pasangan terhadap suami istri  H. Halim Sari (64) dan Hj Hartini (61) pemilik usaha loundry dan pencucian sepeda motor pada 1 April 2016 lalu, diringkus tim gabungan Polsekta Panjang, Satreskrim Polresta Bandarlampung, dan Jatanras Polda Lampung, Senin dinihari (11/4/2016) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, petugas menangkap tersangka Edo pelaku perampokan dan pembunahan terhadap pasutri, H Halim Sari dan istrinya Hj Hartini di daerah Prabumulih, Kampung Benekad, Kecamatan Pendopo, Sumatera Selatan.

“Pada saat akan ditangkap, Edo berusaha melawan petugas dan melarikan diri. Tersangka, terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas,”kata Hari kepada wartawan, Selasa (12/4/2016).

Menurutnya, selama dalam pelariannya, tersangka Edo selalu berpindah-pindah tempat bahkan sampai kabur keluar Lampung.

Diketahui sebelumnya, pemilik usaha steam motor dan laundry H. Halim Sari (64) dan istrinya Hj Hartini (61) warga jalan Yos Sudarso, Kelurahan Pidada, Panjang menjadi korban perampokan dan pembunuhan, pada Jumat dinihari (1/4/2016) lalu sekitar pukul 03.15 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Hi. Halim Sari mengalami 17 luka tusukan di tubuhnya, akibat luka tusukan tersebut, Jumat (1/4/2016) sekitar pukul 10.30 WIB korban meninggal dunia. Sedangkan istrinya, Hj Hartini yang menderita lima luka tusukan sempat menjalani perawatan hingga
beberapa hari. Namun, Hartini pun meninggal dunia, pada Sabtu (9/4/2016) sore lalu.

Penusukan hingga akhirnya Halim meninggal dunia itu berawal saat korban memergoki pelaku yang sedang membuka lemari pakaian di ruangan dapur. Takut identitasnya terbongkar, pelaku langsung menusuk Halim menggunakan sebilah pisau badik. Korban yang berusaha lari menyelamatkan diri keruang tengah, rupanya tak membuat pelaku berhenti menusuk dan melarikan diri.

Pelaku terus mengejar Halim, sampai ke ruang tengah dan pelaku justru terus menikam Halim hingga beberapa kali. Hartini (61) yang berusaha menolong suaminya,tak luput dari kekejaman pelaku. Hartini ditusuk-tusuk juga dengan pelaku, hingga akhirnya sepasang suami istri ini terkapar di lantai
ruangan tengah bersimbah darah.

Peristiwa sadistis itu disaksikan oleh cucu kedua korban yakni, Abel (12) yang selamat karena setelah melihat kakek dan neneknya ditikam pelaku Abel lari dan sembunyi di bawah kolong ranjang tempat tidurnya.

Setelah pelaku pergi, Abel menghubungi kerabatnya Edi untuk minta pertolongan. Mengetahui hal itu, Edi datang dan membawa paman dan bibinya yang mengalami luka tusukan ke Rumah Sakit Advent. Karena kondisinya kritis, kedua korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM).

Dari keterangan Kanit Reskrim Polsekta Panjang, Iptu Mahendra bahwa cucu dan istri korban mengenal pelaku pembunuhan tersebut bernama Edo Pratama. Pelaku merupakan mantan anak buah korban sebagai tukang cuci motor, dan masih tetangga dengan korban.

Sementara, dari hasil pengejaran petugas Polsekta Panjang yang sempat mengendus keberadaan pelaku Edo di rumah salah rekannya di wilayah Panjang. Dari tempat itu, petugas menyita baju yang dipenuhi darah milik pelaku Edo.

Seorang rekan Edo mengaku, Edo datang ke rumahnya dan mengaku menjadi korban pembegalan. Sebelum pergi, pelaku meminjam pakaian milik rekannya tersebut.

Rekan Edo itu tidak tahu bahwa Edo baru saja membunuh mantan majikannya.