Beranda Hukum Kriminal Tersangka Pembunuh Warga Sinarg Gading Waykanan Dibekuk Polisi

Tersangka Pembunuh Warga Sinarg Gading Waykanan Dibekuk Polisi

228
BERBAGI
WP (23), warga Dusun Sinar Ogan, Kampung Sinar Gading, Kecamatan Kasui, Way Kanan tersangka pembunuhan terhadap korban Jun Rianto saat diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Kasui dan Tekab 308 Polres Way Kanan. (Foto: Humas Polres Way Kanan).
WP (23), warga Dusun Sinar Ogan, Kampung Sinar Gading, Kecamatan Kasui, Way Kanan tersangka pembunuhan terhadap korban Jun Rianto saat diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Kasui dan Tekab 308 Polres Way Kanan. (Foto: Humas Polres Way Kanan).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

WAYKANAN — Tim gabungan Unit Resrim Polsek Kasui dan Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polres Way Kanan membekuk WP (23), tersangka pembunuh Jun Rianto (34), warga Dusun Sinar Ogan, Kampung Sinar Gading, Kecamatan Kasui ,Way Kanan, dibekuk , Jumat (10/1/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Warga Dusun Sinar Ogan Kampung Sinar Gading, Kecamatan Kasui, Way Kanan di rumahnya tanpa perlawanan.

“Tersangka WP ditangkap di rumahnya pada Jumat siang kemarin sekitar pukul 15.30 WIB. Tersangka adalah salah satu tetangga dengan korban,” kata Kapolres Way Kanan, AKBP Andy Siswantoro melalui Kasat Reskrim, AKP Devi Sunjana kepada teraslampung.com, Sabtu (11/1/2020).

AKP Devi Sunjana mengutarakan, terungkapnya pelaku pembunuhan terhadap korban Jun Rianto (34) yang jasadnya ditemukan di arel kebun karet, pada Minggu (5/1/2020) pagi lalu sekitar pukul 09.30 WIB, berdasarkan hasil penyelidikan petugas serta peran masyarakat yang turut membantu pengungkapan dalam kasus tersebut.

“Hasil penyelidikan, kecurigaan petugas mengarah ke tersangka WP karena kebun milik tersangka ini bersebelahan dengan korban dan tempat tinggalnya juga masih satu dusun dengan korban,”ungkapnya.

Selanjutnya, petugas menangkap tersangka di rumahnya. Tersangka mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa korban. Dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti sebilah golok yang digunakan tersangka untuk menghabisi nyawa korban.

“Dalam pemeriksaan, tersangka WP nekat menghabisi nyawa korban Jun Rianto lantaran tersinggung dengan korban karena sering merusak tanaman batang kopi milik tersangka,” bebernya.

Karena kesal itulah, kata AKP Devi Sunjana , pada Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 15.00 WIB tersangka WP mencari Korban. Kebetulan bertemu korban di kebun, tersangka langsung menanyakan ke korban mengenai batang kopi miliknya yang patah. Begitu korban mengakui, tersangka langsung memukul kepala korban dengan batang kopi yang sudah disiapkan tersangka sebelumnya.

“Begitu korban tersungkur, tersangka menyeret tubuh korban sekitar 7 meter hingga ke tepi Jurang. Di tempat itulah tersangka WP menghabisi nyawa korban dengan menggorok leher korban menggunakan senjata tajam golok. Setelah itu, korban dibuang tersangka ke jurang,” katanya.

Polisi menyita sejumlah barang bukti. Antara lain satu batang kayu kopi panjang 1 meter dan senjata tajam jenis golok.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun dan itu masih bisa berkembang. Jika hasil pemeriksaan terbukti adanya perencanana, tersangka akan dijerat Pasal 340 KUHP dengan acanaman hukuman pidana mati atau semuur hidup,” kata AKP Devi Sunjana.

Diketahui sebelumnya, seorang pria bernama Jun Rianto (35), warga Dusun Sinar Ogan, Kampung Sinar Gading, Kecamatan Kasui, Way Kanan, ditemukan keluarganya bersimbah darah dan tidak bernyawa lagi di areal kebun karet, Minggu (5/1/2020) sekitar pukul 09.30 WIB. Jun diduga jadi korban pembunuhan, pasalnya di tubuh korban terdapat sejumlah luka bekas sayatan benda tajam.

Sebelum korban ditemukan tewas, awalnya korban pergi ke kebun untuk menderes karet di Dusun Sinar Ogan, Kampung Sinar Gading pada Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di kebun, ternyata sudah ada kakak korban Jauhari dan ibunya Misnah yang sudah lebih dulu tiba.

Siang harinya sekitar pukul 11.00 WIB, ibu dan kakaknya ini mengajak korban istirahat menderes karet dan pulang kerumah. Tapi korban tidak mau, lalu ibu dan kakaknya pulang lebih dulu. Ternyata korban Jun tidak juga pulang ke rumah hingga malam sekitar pukul 21.00 WIB, malam itu juga keluarganya berusaha mencari korban namun korban tidak juga ditemukan.

Karena kondisi di kebun karet itu sangat gelap, penerangan juga minim dan malam semakin larut maka pencarian korban pun dihentikan dan pencarian korban dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (5/1/2020) pagi bersama warga setempat dan petugas Bhabinkamtibmas.

Sekitar pukul 09.00 WIB korban dapat ditemukan di kebun karet milik warga dalam kondisi bersimbah darah dan sudah tidak bernyawa lagi.

Saat itu juga, petugas mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Kasui. Dari hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Di tubuh korban didapati tanda-tanda kekerasan. Antara lain adanya luka sayatan di leher dan telinga serta luka bacok pada bagian kepala.

Loading...
BERBAGI
Artikel sebelumyaTanggul Way Katibung Jebol Belum Diperbaiki, Ratusan Hektare Sawah Masih Terendam
Artikel berikutnyaPolsek Natar Ringkus Bandit Spesialis Pencuri Sepeda Motor
Portal Berita Lampung: Terkini, Independen, Terpercaya