Beranda Hukum Kriminal Tersangka Pencabulan Anak  Pernah Duduki Jabatan Moncer di Lamtim 

Tersangka Pencabulan Anak  Pernah Duduki Jabatan Moncer di Lamtim 

248
BERBAGI
LBH Bandarlampung mendampingi keluarga N melaporkan kasus perkosaan yang dialami gadis di bawah umur itu ke Polda Lampung, Sabtu (4/7/2020).
LBH Bandarlampung mendampingi keluarga N melaporkan kasus perkosaan yang dialami gadis di bawah umur itu ke Polda Lampung, Sabtu (4/7/2020).

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG– DA, Oknum pendamping P2TP2A Lampung Timur yang ditetapkan tersangka oleh Polda Lampung dalam kasus kekerasan seksual terhadap korban DF (14)  ternyata tersangka pernah menduduki jabatan penting bidang olahraga di Kabupaten Lampung Timur.

BACA: Petugas P2TP2A Lampung Timur Ini Juga Jual Korban ke Pria Lain

Tersangka DA merupakan aktivis perlindungan perempuan dan anak serta menjadi anggota aktif sebagai pendamping di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur sejak tahun 2016 lalu. Itu berarti sejak lembaga P2TP2A itu dibentuk oleh Pemkab Lampung Timur yang kala itu dijabat Bupati Lampung Timur, Chusnunia Chalim, DA sudah bercokol di P2TP2A Lampung Timur.

Selain sebagai pendamping di P2TP2A Lampung Timur, tersangka “predator anak” itu juga menduduki jabatan yang terbilang moncer atau cukup lumayan di Lampung Timur. Yaitu  sebagai Sekretaris Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Diklat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Timur.

Dari beberapa foto yang diunggah tersangka DA di laman akun media sosial (medsos) instagram miliknya, DA pamer foto kegiatan di ASKAB PSSI Lamtim. Ia juga banyak menggunggah foto kegiatannya sebagai aktivis perlindungan perempuan dan anak.

BACA: Gadis di Bawah Umur Warga Lampung Timur Ini Diduga Diperkosa Oknum Lembaga Pendamping

Wakil Ketua ASKAB PSSI Lampung Timur, Panca Adi Nirwana, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa DA pernah menjabat sebagai Sekretaris ASKAB PSSI Lampung Timur pada 2016 lalu. Namun, menurut Panca, DA sudah tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris ASKAB PSSI Lampung Timur sejak awal tahun 2020 atau sebelum DA menjdi tersangka atas kasus pencabulan anak tersebut.

“Benar, tadianya dia (DA) pernah menjabat Sekretaris ASKAB PSSI Lampung Timur. Tapi DA ini sudah dikeluarkan dari ASKAB PSSI Lamtim sejak awal tahun 2020 atau sebelum adanya wabah pandemi Covid-19,”ujarnya kepada teraslampung.com, Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, DA tidak masuk lagi dalam  kepengurusan ASKAB PSSI Lampung Timur karena ada beberapa alasan. Salah satunya adalah karena DA sudah tidak aktif di pengurusan ASKAB PSSI dan alasan lainnya DA juga mengaku telah menjabat sebagai Wakil Ketua KONI Lampung Timur.

BACA: Belasan Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Polda Lampung Tetapkan DA Sebagai Tersangka

“Khawatir rangkap jabatan, jadi pada waktu itu kami pengurus ASKAB PSSI Lamtim sudah rapat bersama executive commite PSSI Lampung. Akhirnya DA diganti dan tidak menjabat lagi sebagai Sekretaris di ASKAB PSSI Lamtim,”jelasnya.

Saat disinggung mengenai DA ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur oleh Polda Lampung. Panca enggan berkomentar banyak mengenai hal tersebut.

“Mengenai yang bersangkutan (DA) ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan anak , itu urusan personal dia (DA) dan kami tidak mau mencapuri urusan itu,” katanya.

Kendati telah ditetapkan tersangka, hingga saat ini belum diketahui keberadaan tersangka DA apakah sudah tertangkap atau belum sama sekali. Tapi banyak beredar kabar, kalau tersangka DA sudah kabur keluar Provinsi Lampung lalu beredar kabar lagi kalau tersangka DA sudah menyerahkan diri ke Mapolda Lampung pada Jumat (10/7/2020).

 

Loading...