Beranda Hukum Kriminal Tersangka Pencabulan Gadis di Bawah Umur di Lamtim Menyerahkan Diri ke Polda...

Tersangka Pencabulan Gadis di Bawah Umur di Lamtim Menyerahkan Diri ke Polda Lampung

739
BERBAGI
Tersangka DA

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Oknum pendamping anak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur berinisial DA, akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Lampung dan langsung ditahan.

BACA: Belasan Kali Cabuli Anak di Bawah Umur, Polda Lampung Tetapkan DA Sebagai Tersangka

DA menjadi tersangka kasus kekersan seksual terhadap korban berinisial NF (14), menyerahkan diri ke Mapolda Lampung pada Jumat (10/7/2020) lalu dan sudah diperiksa sebagai tersangka. Penydik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Lampung langsung melakukan penahanan terhadap tersangka DA sejak Sabtu (11/7/2020).

Penyerahan diri dan penahanan tersangka DA tersebut, dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Sebelumnya, pada Minggu (11/7/2020), ketika dimintai konfirmasi teraslampung.com terkait informasi tentang kabur atau ditangkapnya DA, Pandra belum mau memberikan penjelasan. Padahal, sebenarnya pada hari itu DA sudah ditahan.

“Ya benar, dengan adanya imbauan yang ditujukan kepada tersangka DA atas perbuatannya dan upaya persuasif, tersangka DA akhirnya menyerahkan diri ke Mapolda Lampung. Tersangka sudah dilakukan pemeriksaan dan dilakukan penahanan,”kata Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Selasa (14/7/2020).

BACA: Petugas P2TP2A Lampung Timur Ini Juga Jual Korban ke Pria Lain

Saat disinggung hasil pemeriksaan tersangka DA adanya pengembangan dugaan tersangka lainnya atau ada korban lainnya selain NF. Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad belum bisa menjelaskan secara rinci karena masih dilakukan pendalaman kasusnya. Namun tidak menutup kemungkinan, hasil pemeriksaan dikembangkan.

“Saat ini petugas masih mendalami kasusnya, apakah ada pelaku lain selain tersangka DA yang terlibat serta adanya korban lain dalam kasus kekerasan seksual tersebut. Yang jelas, masih dikembangkan keterangan dari saksi lain,”jelasnya.

Dalam perkara tersebut, kata mantan Kapolres Kepulauan Meranti Riau ini, tersangka DA disangka Pasal 81 ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU No 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun. Sebagaimana dimaksud pada ayat (1), apabila itu dilakukan orangtua atau wali, orang berpengaruh serta orang yang diberikan kepercayaan penuh untuk melindungi anak, maka pidananya ditambah sepertiga lagi dengan hukuman pidana denda Rp 5 miliar dan ancaman hukuman pidana mati.

Bahkan, lanjut Pandra, ada ancaman lainnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Tahun 2016 berupa pembukaan identitas tersangka setelah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah). Hal ini dimaksud, untuk memberikan efek jera terhadap pelaku agar tidak terjadi korban lainnya. Di dalam UU itu juga dijelaskan, adanya penambahan pemasangan alat deteksi terhadap pelaku.

BACA: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur di Lamtim Sering Menginap di Rumah Korban

“Dalam perkara ini, memang ancaman hukumannya berat sekali dan tentunya kita berharap tidak ada lagi anak-anak menjadi korban predator anak seperti ini. Yang jelas, perkara ini harus tepat dan cepat serta dibuktikan di persidangan nanti dan masyarakat akan mengetahui bagaiman ancaman putusan pidana yang diterima tersangka DA,”pungkasnya.

Diketahui, Tersangka DA yang merupakan oknum pendamping P2TP2A Lampung Timur, melakukan perbuatan asusila terhadap korban NF (14), warga Lampung Timur yang merupakan anak dampingan trauma healing P2TP2A Lampung Timur. Selain melakukan kekerasan seksual, tersangka DA diduga telah menjual korban NF kepada pria lain atau menjadikan korban sebagai pekerja seks.

Tersangka DA, dilaporkan keluarga korban NF didampingi LBH Bandarlampung ke Mapolda Lampung Jumat malam (3/7/2020) lalu atas tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan Surat Tanda Terima Laporan No. STTLP/977/VII/2020/LPG/SPKT.

Loading...