Beranda News Nasional Tersangka Pengeroyok TNI Ditangkap, Proses Hukum Pembakar Polsek Ciracas Masih Belum Jelas

Tersangka Pengeroyok TNI Ditangkap, Proses Hukum Pembakar Polsek Ciracas Masih Belum Jelas

180
BERBAGI
Polsek Ciracas dibakar massa di Jakarta Timur pada senin malam. Foto/Istimewa
Polsek Ciracas dibakar massa di Jakarta Timur pada senin malam. Foto/Istimewa

TERASLAMPUNG.COM — Polisi menyatakan masih menyelidiki peristiwa amuk massa dan pembakaran Markas Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada Selasa malam hingga Rabu dini hari, 11-12 Desember 2018. “Masih kami selidiki, kita tunggu saja,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Kamis 13 Desember 2018.

Argo enggan menjelaskan sudah sejauh mana penyelidikan tersebut. Termasuk ketika ditanya apakah polisi berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia dalam penyelidikan amuk massa diduga tentara tersebut. Ia hanya menjawab, “Yang lain, ya, yang lain (pertanyaan).”

Sehari setelah peristiwa pembakaran itu belum ada keterangan dari penyidikan peristiwa itu. Sementara, polisi mengungkap telah menangkap empat dari lima tersangka pelaku pengeroyokan dua anggota TNI yang diduga melatari amuk massa itu. Para tersangka adalah pemuda penjaga parkir liar. Satu di antaranya perempuan.

Dalam peristiwa perusakan dan pembakaran kantor Polsek Ciracas itu sebanyak tujuh orang ikut terluka. Termasuk di antaranya adalah Kapolsek Ciracas Komisaris Agus Widartono.

Keterangan dari Markas Besar Polri menyebutkan kalau kasus pembakaran Polsek Ciracas ditangani Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Timur. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan kedua instansi telah membentuk tim gabungan untuk menyelidiki insiden tersebut.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal juga hanya menyatakan bahwa pembakaran masih dalam penyelidikan. Dia malah menyebut belum diketahui identitas pelaku pembakaran meski berdasarkan kronologis yang disiarkan sebelumnya pelaku berjumlah ratusan orang dan sempat bernegosiasi dengan pimpinan kepolisian dan TNI setempat.

“Banyaknya informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan terkait perusakan Mapolsek Ciracas, kami minta agar informasi tersebut tidak lagi disebarluaskan,” kata Iqbal, Kamis 13 Desember 2018.

Menurut dia, saat ini penyidik Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Timur masih bekerja mendalami kasus ini.

“Sehingga kita tidak boleh langsung menuding itu perbuatan si A atau itu perbuatan si B sampai proses penyelidikan selesai,” katanya.

Tempo.co

Loading...