Beranda Hukum Kriminal Tersinggung Ditagih Utang Rokok, Haipi Bunuh Kawannya Sendiri

Tersinggung Ditagih Utang Rokok, Haipi Bunuh Kawannya Sendiri

163
BERBAGI
Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan (tengah) didampingi Kasat Re skrim, AKP Effendi (kanan) dan Kabag Ops saat menunjukkan barang bukti
Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan (tengah) didampingi Kasat Re skrim, AKP Effendi (kanan) dan Kabag Ops saat menunjukkan barang bukti

Zainal Asikin | Teraslampung.com

LAMPUNG SELATAN-Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Lampung Selatan, meringkus Haipi Maradoni (23) yang sudah tega menghabisi nyawa rekannya sendiri Abdurohman (33) hanya lantaran masalah ditagih utang, pada Selasa 1 Mei 2018 malam lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Polisi menangkap warga Desa Taman Baru, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan tersebut empat jam setelah kejadian.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP M. Syarhan mengatakan, kejadian penusukan yang dilakukan tersangka Haipi hingga mengakibatkan korban Abdurohman meninggal dunia terkena tusukan dibagian perut, bermula saat tersangka datang ke warung kopi milik korban yang berada di desa Tamanbaru, Penengahan.

“Saat itu, korban Badurohman menagih utang rokok ke tersangka sebesar Rp 20 ribu. Begitu ditagih, tersangka menjanjikan akan melunasi utangnya tapi nanti kalau sudah punya uang,”ujarnya saat gelar ekspos didampingi Kasat Reskrim, AKP Effendi, Rabu 2 Mei 2018.

Selanjutnya, kata M. Syarhan, korban mengatakan ke tersangka, kalau tidak bisa bayar utang tidak boleh nongrong lagi di warung lagi. Mendengar ucapan itu, tersangka tersinggung dan langsung mengeluarkan senjata tajam pisau dari balik pinggangnya dan langsung menyerang korban dengan menusuk korban. Tapi tusukan itu, hanya menyerempet dibagian perut sebelah kanan korban.

“Hingga akhirnya terjadi perlawanan, korban mencoba mengambil gitar yang ada didekat tersangka dan langsung memukulkan gitar itu kearah tersangka. Pukulan gitar yang dilakukan korban, ditangkis oleh tersangka,”ungkapnya.

Dikatakannya, korban yang berusaha berlari berjarak sekitar 50 meter terjatuh, lantaran menabrak kursi kayu dan saat itulah tersangka langsung menusuk korban kembali dengan sebilah pisau badik. Tusukan pisau itu, tepat mengenai perut korban dan vital hingga akhirnya korban meninggal dunia.

“Setelah korban kena tusuk lagi dan tidak berdaya, tersangka melarikan diri kearah sungai yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Berselang empat jam setelah kejadian, tersangka Haipi berhasil ditangkap petugas bersama barang bukti sebilah pisau,”terangnya.

Menurut mantan Kapolres Pesawaran ini, korban sempat dilarikan ke RSUD Bob Bazar Kalianda, karena tusukan pisau tersangka tepat mengenai bagian perut dan vital, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya karena terlalu banyak mengeluarkan darah.

“Saat ini tersangka dan barang bukti sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban, lalu gitar dan pakaian milik korban diamankan di Mapolres,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 338 ayat (3) KUHPidana, dengan ancaman hukum pidana penjara 15 tahun.