Beranda News Lampung Tewas dalam Musibah di Perairan Malaysia, Jenazah Pekerja Asal Lamteng Dipulangkan

Tewas dalam Musibah di Perairan Malaysia, Jenazah Pekerja Asal Lamteng Dipulangkan

130
BERBAGI
Penyerahan jenazah Rina, pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung Tengah yang meninggal di Malaysia, di Bandara Radin Inten II, Jumat (2/10/2020).
Penyerahan jenazah Rina, pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lampung Tengah yang meninggal di Malaysia, di Bandara Radin Inten II, Jumat (2/10/2020).

TERASLAMPUNG.COM — Unit Pelaksana Teknis Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Bandarlampung pada Jumat (2/10/2020) memfasilitasi dan  mendampingi pemulangan jenazah Rina (31 tahun) pekerja migran Indonesia (PMI) asal Lampung yang menjadi korban musibah tenggelam di perairan Johor, Malaysia.

Jenazah Rina diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Teluk Dalem Ilir, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (2/10/2020).

Wakil Gubernur Provinsi Lampung, Chusnunia Chalim turut hadir pada penerimaan di Cargo Bandara Raden Inten II.

Beliau berpesan kepada para CPMI yang ingin bekerja keluar negeri untuk menempuh cara-cara yang prosedural. ”Warga Lampung, Jangan berangkat sebelum siap. Siap kemampuan, siap mental, dan siap dokumen,” katanya.

Almarhumah merupakan salah satu dari tujuh jenazah yang ditemukan dalam musibah tenggelamnya kapal yang membawa WNI di sekitar pantai C, Johor Bahru, pada Minggu (20/9/2020).

Sebelumnya melalui koordinasi KJRI Johor Bahru dan UPT BP2MI di daerah asal para CPMI tersebut dilakukan penelusuran terhadap keluarga dan proses keberangkatannya.

Setelah selesai dilakukan identifikasi dan otopsi terhadap tujuh jenazah tersebut maka secara bertahap jenazah yang berasal dari Lampung, Medan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kepulauan Riau itu direpatriasi ke daerah asal.

Sementara itu, 9 WNI yang selamat berada di rumah detensi tahanan Imigrasi Malaysia akan terus diberikan pendampingan kekonsuleran oleh perwakilan untuk menjamin hak-hak mereka terpenuhi.

Kepala UPT BP2MI Bandarlampung, Ahmad Salabi, menyatakan indikasi dugaan adanya Tindak Pidana dalam proses penempatan PMI secara non prosedural ini untuk dapat menjadi perhatian otoritas penegak hukum guna mendalami isu ini dan membawa para pihak yang terlibat sampai ke meja hijau.

”Kejadian ini jika terus berlangsung tanpa adanya tindakan akan merugikan dan membahayakan keselamatan CPMI/PMI,” kata Salabi.

Salami menyatakan BP2MI terus fokus dalam melindungi Pekerja Migran Indonesia (PMI), salah satunya dari Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Menurutnya TPPO marak menimpa PMI akibat masih banyaknya PMI yang diberangkatkan oleh oknum-oknum secara ilegal atau nonprosedural. Sinergi adalah kunci.

Mengutip Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan tentang Penetapan Negara tujuan penempatan tertentu bagi PMI pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru, negara Malaysia tidak termasuk dalam Negara tujuan penempatan.

“Hal ini pun sejalan dengan berlakunya kebijakan pemerintah Malaysia.Mereka tidak mengizinkan masuk bagi Negara-negara yang mempunyai Kasus Covid-19 melebihi 150.000, termasuk salah satunya Indonesia,” katanya.

Loading...