Beranda News Nusantara Tewas Usai Disandera di Papua, Jenazah Briptu Heidar Dievakuasi

Tewas Usai Disandera di Papua, Jenazah Briptu Heidar Dievakuasi

118
BERBAGI
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Alberth Rodja – Jubi/Arjuna Pademme
Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Polisi Rudolf Alberth Rodja – Jubi/Arjuna Pademme

TERASLAMPUNG.COM — Jenazah Briptu Heidar, anggota Kepolisian Daerah Papua yang ditemukan tewas setelah disandera sekelompok orang bersenjata di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua,  dievakuasi menuju Puskesmas Ilaga, ibukota Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8/2019) malam.

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Rudolf Rodja, kepada Kantor Berita Antara membenarkan jenazah Briptu Heidar telah ditemukan dan tengah dievakuasi menuju Puskesmas Ilaga. “Memang benar Briptu Heidar sudah ditemukan dalam keadaan meninggal,” kata Rodja.

Briptu Heidar dihadang sekelompok orang yang diduga bersenjata di Kampung Usir pada Senin, sekitar pukul 11.00 WP. Saat itu, Heidar sedang mengendarai sepeda motor bersama Bripka Alfonso Wakum. Di tengah perjalanan, ada seseorang memanggil nama Heidar, sehingga ia menghentikan sepeda motor.

Tiba-tiba, sekelompok orang yang membawa senjata api muncul dari semak-semak, dan langsung menangkap Heidar yang tidak sempat melawan. Bripka Alfonso Wakum berhasil meloloskan diri setelah menjatuhkan diri, dan bersembunyi.

Setelah merasa situasi aman, Bripka Alfonso Wakum melaporkan peristiwa itu ke Markas Kepolisian Sektor Ilaga. Pada Senin pukul 18.30 WP, Briptu Heidar ditemukan meninggal di dekat lokasi penghadangan itu

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, Haedar disandera ketika sedang melakukan tugas bersama rekannya, Brigadir Polisi Kepala Alfonso Wakum, di Kampung Usir, Kabupaten Puncak.

Ketika mereka berpatroli di Kampung Usir, Heedar dipanggil oleh temannya sehingga Alfonso memberhentikan sepeda motornya.

“Heidar menghampiri temannya itu,” ujar Dedi di kantornya, Senin, 12 Agustus 2019.

Menurut dia, Alfonso menunggu motor. Pada saat Heidar berbicara dengan temannya tiba-tiba sekolompok orang datang dan langsung membawa Haedar.

Alfonso lalu lapor ke Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak. Polri bersama TNI lanats melakukan pendekatan terhadap para tokoh Puncak.

“Selama ini anggota kami melaksanakan tugas di daerah tersebut tidak memiliki catatan buruk, tetapi selalu aktif berkomunikasi dengan warga setempat,” kata Dedi.

Saat ini polisi dan militer masih mengejar penyandera. Diduga mereka anggota kelompok bersenjata Papua.

Jubi.co.id | Tempo.co

Loading...