Beranda Views Kopi Pagi THR yang Lewat

THR yang Lewat

302
BERBAGI

Edi Sutarto

Seperti tahun tahun sebelumnya, saat lebaran tiba… tak terhitung jumlah orang yang memoles citra dirinya masuk ke golongan orang kaya. Tujuan utamanya adalah merenggut perhatian dan kekaguman orang lain kepadanya. Dulu… suatu masa sekira lima belas tahun lalu, saya juga pernah demikian. Jelas ini semu belaka. Usai lebaran sesungguhnya saya malah menderita sendiri gara gara gaya hidup ini.

Bayangkan, sebagai karyawan saya menerima THR yg senilai dengan satu kali gaji, tetapi selalu saja saya melakukan spending dengan daftar belanja sudah ada di tangan sebelum THR itu benar benar saya terima. Berbagai barang bahkan sudah saya beli dengan transaksi gesek kartu kredit. Hem… akibatnya saat THR benar benar saya terima, tak sepeserpun yang dapat saya nikmati. Semua lewat begitu saja, bahkan cenderung minus.

Persoalan tak hanya berhenti di situ. Persoalan tambah runyam lantaran sebagian dari THR dananya saya tukar dengan uang lembaran kertas baru mulai dari Ro5 ribu, Rp10 ribu, 20 ribu, dan Rp50 ribuan. Uang ini dibagi-bagikan kepada sanak keluarga atau kepada siapa pun tanpa tujuan yang jelas. Satu satunya tujuan ya supaya dikagumi orang.

SETELAH LEBARAN USAI … Kecenderungan minus lantaran gesek kartu kredit dan membagi bagikan uang tanpa tujuan yang tepat tersebut menyeret saya untuk selalu mengurangi pendapatan sebelas bulan berikutnya. Lantaran aneka potongan cicilan telah menanti. Begitu pun di lebaran berikutnya, saya selalu ada dalam ceruk penderitaan yang sama gara-gara ingin dikagumi oleh banyak orang.

Alhamdulillah… beberapa tahun kemudian saya menyadari kekeliruan itu. Semua kartu kredit saya lenyapkan, tentu setelah dilunasi terlebih dahulu. Setiap berbelanja semua saya ukur dan hitung betul. Kepada siapa yg akan diberi uang saat lebaran dengan besaran berapa saya hitung betul… wal hasil, saya tetap bahagia setelah lebaran berlalu. Kini kalau lebaran melihat orang orang dengan barang mewahnya, saya selalu berdoa, semoga yang bersangkutan tdk sengsara setelah lebaran usai karena barang tersebut.

Di lebaran kali ini ada kesadaran baru… tahun tahun sebelumnya saya biasa mengirim satu mobil dari Makassar ke Jakarta. Tujuannya agar aktivitas di Jakarta lebih mudah. Teapi buat apa? Saya pikir untuk menggunakan mobil di Jakarta melalui jasa online sudah begitu mudah dan murah. Lalu buat apa saya paketkan mobil dari Makassar ke Jakarta dengan harga kirim bolak balik yang begitu mahal?

Status autobiografi ini saya tulis untuk mengingatkan kembali kepada saya sendiri untuk memaknai hakikat Idul Fitri yang sejatinya. Nah, syukur syukur Anda setelah baca ikut menjejak sebuah kenyataan sehingga realistis menghadapi lebaran yang sudah pasti akan berlalu. Biarlah dia berlalu tanpa meninggalkan kesengsaraan yang berkepanjangan.

Loading...