Beranda Teras Berita Tiap Malam PKOR Way Halim Disulap Jadi Taman Bermain

Tiap Malam PKOR Way Halim Disulap Jadi Taman Bermain

1703
BERBAGI

Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com

Mobil gowes ini Rp50.000 per 20 menit (teraslampung.com)

Bandarlampung—Sulit mencari tempat bermain bagi anak-anak anda sekaligus refresing bersama keluarga pada malam hari? Datanglah ke Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim. Setiap malam, kawasan ini disulap menjadi taman bermain bagi anak-anak.

Anda bisa memilih untuk anak bermain: ada istana balon, sado, kereta, sepeda warna-warni, becak, bemain dalam kolam bola, hingga mobil-mobilan yang menggunakan remot kontrol. Dan, tentu saja, masih banyak lagi.

Selain itu, kawasan ini juga menjadi pasar malam. Menjual berbagai macam pakaian, makanan, minuman, dan tempat tongkrongan kawula muda. Di sekitar GOR Sumpah Pemuda ini, bila malam menjadi pusat bermain anak-anak.

Pusat bermain anak-anak di kawasan ini memulai aktivitasnya sejak pukul 17.00 dan beakhir pukul 23.00 WIB. Selama  enam jam   anak-anak akan puas mencoba seluruh mainan yang ada.  Para orang tua juga bisa ikut serta, meski tidak semua permainan yang disediakan.

Para orang tua bisa bersama anak bemain, misalnya menaiki kereta yang ditarik dengan mesin motor, berkeliling dengan sado, mobil hias yang digowes, ataupun becak kecil. Dengan fasilitas tersebut, pengunjung bisa mengeliling PKOR Way Halim.

Hanya Rp4 ribu per-orang bisa mengeliling PKOR Way Halim menaiki, kereta-keretaan. Atau Rp50 ribu bahkan bisa sekeluarga jika menyewa mobil hias digowes per-20 menit, dan becak selama 15 menit seharga Rp10 ribu, juga mengelilingi kawasan olahraga tersebut.

Setelah itu bisa menyewa mobil remot kontrol, harganya Rp10 ribu untuk 10 menit. Puas dengan mobil remote, ajak anak ke istana balon atau istana bola. Selama anak di dalam istana balon dan istana bola, orang tua cukup memantau di pinggirnya atau nongkrong sambil mencicipi kuliner yang tersedia di sana.

Fitri, ibu muda asal Karang Anyar, Jati Agung, Lampung Selatan mengajak putri semata wayangnya setiap malam Minggu. Inilah hiburan murah dan menyenangkan, katanya, di Kota Bandarlampung.

“Saya biasa ke sini setiap malam Minggu atau malam Senin, ya sekalian refreshing bersama keluarga,” katanya.

Fitri bisa menghabiskan uang sekitar Rp100 ribu untuk menyenangkan anaknya. Selain itu, bisa menikmati kuliner yang ada.

Hal sama juga diakui Eva, ibu dua anak asal Pasirgintung, Bandarlampung. Dia menyewa dua mobil remot untuk kedua anaknya. Setelah itu, bersama sang suami, mengelilingi PKOR Wayhalim dengan mobil hias yang digowes.

“Nikmat juga. Sekalian olah raga,” kata Eva. Ia ikut menggowes membantu suaminya, smeentara kedua anaknya duduk manis.
 

Mobil remot kontrol

Beni, warga Labuhanratu mengaku kerap mengunjungi tempat bermain di PKOR Wayhalim. Terutama pada malam Sabu dan malam Minggu. “Saya kan bekerja di Kalianda, dan libur hari Sabtu dan Minggu. Ya ajak keluarga ke sini. Anak-anak puas kalau sudah bermain di sini,” jelasnya.

Menurut Beni, tempat bermain anak-anak di kawasan olahraga ini sangat diharapkan warga Kota Bandarlampung dan sekitarnya. Pasalnya, kawasan hijau di Ibukota Provinsi Lampung ini masih sangat sedikit. Karena itu, diiharapkan, permainan anak-anak seperti ini tetap dipertahankan.

“Kalau perlu pemerintah juga mendukung. Jangan sampai seperti nasib Taman Hutan Kota yang kini tidak jelas,” katanya.

Salah seorang pengelola pemainan mobil remot mengaku, setiap malam penghasilan di atas Rp500 ribu. Tetapi, kalau sedang hujan perolehan hasil bisa turun drastis. “Paling kecil Rp150 ribu,” katanya.

Dayat, pengelola mobil hias bergowes mengaku mobil hias gowes ia beli seharga Rp20 juta. Setiap malam, sedikitnya lima penyewa permobil gowes. “Saya punya dua mobil gowes yang bisa disewa, jadi total sehari bisa 10 penyewa. Tapi, kadang lebih dari situ,” kata Dayat, warga Perum Wayhalim.

Mobil hias gowesnya memerlukan dua aki untuk menghidupkan lampu warna-warni dan lagu yang nonstop selama berada di PKOR Way Halim. “Jika akinya habis segera diganti dengan aki yang sudah dicas,” katanya agar tidak mati.

Kesulitan merawat mobil remot, katanya, mencari sparpart sebab harus menunggu setelah memasan. Itu sebabnya, tiga mobil/motor remot miliknya sudah sebulan mengandang. “Kendaraan remot ini memang mudah rusak, karena bebahan plastik,” katanya.

Penasaran? Datang saja ke PKOR Wayhalim setiap malam. Anda bersama anak-anak akan puas, dan tidak akan merobek kocek anda.

Loading...