Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Tiba di Rumah Duka di Pringsewu, Jenazah Korban Lion Air Disambut Isak...

Tiba di Rumah Duka di Pringsewu, Jenazah Korban Lion Air Disambut Isak Tangis

153
BERBAGI

Zainal Asikin | Teraslampung.com

PRINGSEWU — Setelah berhasil diidentifikasi tim Puslabfor DVI Polri melalui hasil DNA dan sidik jari, Jenazah penumpang pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610, Wahyu Aldila (32) tiba di rumah duka di Lingkungan 3 Pringkumpul, Kelurahan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu, Rabu 7 November 2018 sekitar pukul 08.45 WIB.

Dari pantauan teraslampung.com di rumah duka, saat peti jenazah Wahyu Aldila dengan iringan mobil ambulan dan pejabat Pemkab Pringsewu tiba di rumah duka langsung disambut isak tangis keluarga, kerabat, teman dan tetangga korban.

Tampak terlihat para jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik dan daring (online) berusaha mengambil gambar saat kedatangan jenazah Wahyu Aldila (32) korban pesawat Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa hari lalu.

Jenazah Wahyu dibawa ke Lampung dari Jakarta pada penerbangan pertama. Turut serta mengiringi jenazah, antara lain,  ibu korban, adik, serta istri korban.

Setibanya di bandara Radin Inten II, jenazah dibawa melalui jalur darat langsung menuju ke rumah duka di Pringsewu Selatan.

Setelah dishalatkan di Masjid Jami’ KH. Sobari yang berada tidak jauh dari rumah duka, jenazah kemudian dimakamkan.

“Jenazah wahyu diberangkatkan menggunakan pesawat dari Jakarta menuju Lampung dengan penerbangan pertama dan tiba di rumah duka sekitar pukul 08.45 WIB. Korban yang berdomisili di Pangkalpinang ini, dimakamkan di Kampung halamannya di Pringsewu,”ujar sepupu korban, Fadil Yurnalis kepada teraslampung.com saat ditemui di rumah duka, Rabu 7 November 2018.

Dikatakannya, setelah di shalatkan, jenazah Wahyu Aldila akan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Kancil Pringsewu Selatan. Hal itu berdasarkan hasil musyawarah keluarga, setelah mendapat kepastian identifikasi dari tim DVI yang menemukan kecocokan sidik jari dan DNA korban dengan pihak keluarga.

“Setelah mendapat kabar, kami sekeluarga langsung bermusyawarah untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Hasil kesepakatan, almarhum Wahyu di makamkan di TPU Gunung Kancil Pringsewu Selatan,”ucapnya.

Salah seorang kerabat korban lainnya, Hj. Meliasari saat ditemui di rumah duka menuturkan, turut mengiringi penerbangan jenazah tersebut, yakni Yuni Hesti Setianingsih (Ibu korban), Viki (adik) serta Putri (istri korban). Setelah prosesi pemakaman selesai, mereka akan kembali lagi ke Jakarta untuk menunggu hasil identifikasi anak Wahyu bernama Xerdan yang juga turut menjadi korban

“Ya mereka akan kembali lagi ke Jakarta, karena anaknya Xerdan yang turut menjadi korban belum teridentifikasi,”ungkapnya sembari meneteskan air mata.

Sementara Wakil Bupati Pringsewu, Fauzi menyampaikan ungkapan rasa duka kepada pihak keluarga almarhum Wahyu Aldila yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

“Atas nama Pemkab Pringsewu, kami menyampaikan bela sungkawa. Mudah-mudahan, Almarhum mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya dan segala amal perbuatannya diterima,”ucap Fauzi.

Selanjutnya, jenazah Wahyu Aldilla (32) langsung dimakamkan di TPU Gunung Kancil Pringsewu Selatan, ratusan pelayat yang datang ke rumah duka ikut mengiringi prosesi pemakaman jenazah korban hingga menuju ke tempat pemakaman.

Loading...