Beranda News Nasional Tidak Cukup Berhentikan Arcandra, Presiden Jokowi Harus Bertanggung Jawab

Tidak Cukup Berhentikan Arcandra, Presiden Jokowi Harus Bertanggung Jawab

54
BERBAGI
Arcandra Tahar (ilustrasi/detk.com)

TERASLAMPUNG.COM —Publik di Indonesia maupun WNI di luar negeri menyambut baik pemberhentian Arcandra Tahar dari jabatannya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin malam (15/82016). Meski begitu, banyak pengritik dan pengamat menilai pemberhentian Arcandra saja tidak cukup. Pemberhentian itu mestinya juga bertanggung jawab. I harus menjelaskan kepada rakyat Indonesia ihwal pengangkatan Arcandra sebagai menteri.

Arcandra Tahar merupakan warga asli Sumatera Barat yang sukses jadi pengusaha di AS kemudian mengajukan kewarganegaraan AS tiga tahun lalu. Sebelum jadi pengusaha, Arcandra kuliah di AS. Di AS, ia disebut-sebut aktif dalam kegiatan amal terutama di kelompok pengajian komunitas WNI.

Berikut tanggapan kelompok kritis terkait pengangkatan dan pemberhentian Arcandra Tahar sebagai Menteri ESDM:

Made Supriatma (WNI, tinggal di Amerika Serikat: Dr. Arcandra Tahar diberhentikan dengan hormat? Itu mungkin lebih baik. Sekarang, tinggal menuntut Presiden Jokowi untuk menjelaskan mengapa dia memilihnya? Dan, tugas para jurnalis untuk mengorek, siapa yang membawanya ke presiden? Mengapa?

Ujung terakhir, presiden yang bertanggungjawab. Dia yang ambil keputusan. Dia yang mengangkat. Dia yang tandatangan.

Ini semua menandakan ketidakbecusan dalam memerintah. Kepresidenan itu berat. Itu sebabnya dia diberi semua kemuliaan. Setara dengan tanggungjawabnya.

Trimoelja D. Soerjadi (pensiunan hakim, tinggal di Surabaya): Malam ini Jokowi tlh memberhwntikan Archandra Tahar sbg menteri ESDM. Sebenarnya peristiwa ini tdk perlu terjadi andaikata Archandra sejak awal jujur kpd Presiden, terutama jujur kpd dirinya sndr, bhw dia sejak 2012 adlh warganegara AS. Jadi pencopotannya sbg menteri adlh akibat ketidak jujuran Archandra sendiri.

Ahmad Yulden Erwin (Koordinator Komite Anti Kourupsi, tinggal di Lampung: Bagaimana “bajingan penipu” seperti Archandra Tahar bisa diangkat jadi Menteri ESDM, salah satu kementerian yang strategis di Indonesia. Orang ini berdusta bahwa ia warga negara Indonesia, ternyata dia sudah jadi warga negara Amerika Serikat (yang berarti otomatis bukan warga negara Indonesia). Waktu ditawarkan jadi menteri ESDM mestinya dia tahu bahwa dia bukan WNI lagi dan tak layak jadi menteri di Indonesia. Tapi, kenapa ia terima jabatan itu? Siapa yang bermain dalam skenario menteri palsu ini? Kementeriaan ESDM adalah kementeriaan yang sangat strategis dalam bidang energi dan sumber daya mineral (pertambangan).

Meski malam ini dia baru saja dipecat Presiden Jokowi, tetapi orang ini tidak bisa sekadar dipecat. Bajingan penipu ini harus diadili menurut hukum yang berlaku di Indonesia. Dalam waktu 20 hari masa jabatannya orang ini bisa jadi sudah mengakses dengan amat leluasa data-data rahasia pertambangan dan energi di Indonesia. Jika dia sanggup membohongi Yang Mulia Presiden Republik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia, maka bukan tidak mungkin ia akan “menjual” data-data rahasia itu ke pihak luar. Betapa rapuhnya sistem hukum, sistem pertahanan dan keamanan, sistem kependudukan, serta sistem intelejen kita hingga bajingan penipu begitu bisa jadi seorang menteri yang strategis di negeri ini. TANGKAP DAN ADILI ARCHANDRA TAHAR!