Beranda Teras Berita Tidak Cukup Bukti, Polisi Lepas Penganiaya Bos Elpiji

Tidak Cukup Bukti, Polisi Lepas Penganiaya Bos Elpiji

180
BERBAGI

Zaenal Asikin/Teraslampung.com


BANDAR LAMPUNG – Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung akhirnya melepas Koko,  tersangka penganiayaan Endang (50), bos agen elpiji, warga jalan Durian II, Gang Bunga Mas, Kelurahan Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung, Senin (22/7/2013). Pelaku penganiayaan dengan senjata tajam itu dilepas karena penyidik Satreskrim Polresta Bandarlampung tidak memiliki cukup bukti dan tidak ada saksi kuat yang mendukungnya untuk menjerat Koko dalam proses hukum.

Kasat Reskrim Polresta Bandar lampung, Kompol Dery Agung Wijaya, menjelaskan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan dan gelar perkara terhadap Koko . Namun, setelah Koko diperiksa, penyidik menyimpulkan bahwa Koko tidak terlibat dalam penganiayaan tersebut dan tidak ada saksi kuat yang mendukungnya.

“Jadi perkara itu, tidak ada saksi yang menguatkan Koko sebagai pelaku penganiayaan sehingga dia (Koko-Red) kami lepaskan karena tidak cukup bukti, dalam peristiwa itu dilatarbelakangi masalah keluarga antara korban Endang dengan mantan istrinya Renita,”kata Dery, Senin (18/8).

Kasus tersebut berawal ketika mantan istri korban Endang , Renita, menjual sertifikat tanah rumah milik korban tanpa sepengetahuan korban. Kemudian korban menghubungi Renita untuk datang ke rumahnya.  Lalu Renita mendatangi rumah korban di Jalan Durian II, Gang Bunga Mas, Way Dadi, Sukarame, bersama 15 orang lelaki dengan mengendarai tujuh sepeda motor.

Ketika sampai di rumah korban (Endang), terjadilah cekcok mulut antara korban Endang dengan Renita. Saat itu juga kurang lebih 15 orang lelaki itu, mendatangi Endang dan mengeroyoknya. Koko diduga menjadi salah satu  pengeroyok Endang.

Pengeroyokan itu menyebabkan Endang luka cukup serius. Urat nadinya nyaris putus, sedangkan seluruh tubuhnya memar.

Rekan Endang, Soleh (45), juga mengalami luka di bagian kepala akibat sabetan benda tajam dalam  peristiwa itu.Keduanya kemudian dirawat RS Imanuel, Bandarlampung.

Lokasi kejadian perkara di wilayah Polsek Sukarame. Namun, kasusnya kemudian dilimpahkan Polsek Sukarame ke Polresta Bandarlampung.

Loading...