Beranda News Nusantara Tidak Laporkan Dana Kampanye, 5 Orang Dicoret dari Daftar Caleg Provinsi Papua

Tidak Laporkan Dana Kampanye, 5 Orang Dicoret dari Daftar Caleg Provinsi Papua

202
BERBAGI
Jayapura, teraslampung.com—Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua mncoret lima orang calon
legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dalam daftar calon anggota legislatif. Dengan begitu, mereka tidak bisa mengikuti Pemilihan Umum
Legislatif pada 9 April mendatang.

“Mereka dinilai tidak mematuhi aturan pemilu
karena tidak melaporkan dana kampanye.

Ada
empat caleg DPD yakni, Daniel Butu, Frederik Wakum, Theofilus Waimury, dan Dirk
Dicky Romboirusi tak mematuhi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 Pasal 138 ayat 2
dan PKPU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Laporan Dana Kampanye,” kata Ketua KPU
Papua, Adam Arisoy, dalam konferensi pers di Aula KPU Papua, Dok II, Kota
Jayapura, Papua, Minggu (2/3).
Selain
keempat orang yang tak laporkan dana kampanye hingga batas waktu yang
ditetapkan hingga pukul 18.00 WIT pada Minggu (2/3) ini, kata Adam, ada salah
satu caleg DPD yang juga tak dapat mengikuti pileg karena meninggal dunia,
yakni Robert Isir.
“Jadi
total ada lima caleg DPD yang tak dapat mengikuti pemilihan umum legislatif
pada 9 April 2014 mendatang,” kata Adam.
Selain
itu, kata Adam, 12 partai politik peserta pemilu di tingkat provinsi sudah
memasukkan laporan dana kampanyenya. Sesuai dengan pantauan KPU Papua hingga
pukul 17.45  WIT pada Minggu (2/3) ini, yakni Partai Hati Nurani Rakyat
yang paling terakhir memasukkan laporan dana kampanyenya.
Hingga
pukul 19.00 WIT, hanya 19 KPUD yang menyatakan bahwa laporan dana kampanye 12
parpol telah lengkap. Tetapi, kata Adam, dirinya belum mendapat informasi dari
KPUD di 10 kabupaten, yakni Tolikara, Jaya Wijaya, Puncak Jaya, Pegunungan
Bintang, Intan Jaya, Paniai, Nduga, Sarmi, Memberamo Raya, dan Yahukimo.
“Mudah-mudahan,
laporan dana kampanye di wilayah-wilayah tersebut sudah lengkap semua. Seluruh
parpol di tingkat provinsi sudah memasukan laporan dana kampanyenya. Setelah
dilakukan pengecekan, kami akan memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki
laporannya dengan jangka waktu selama lima hari,” tuturnya.
Komisioner
KPU Papua yang mengurusi masalah hukum dan pengawasan, Tarwinto, berharap
masyarakat Papua untuk tidak mencoblos keempat caleg DPD tersebut.
“Memang
pada saat pileg, tercetak 25 nama caleg DPD di surat suara. Apabila masyarakat
tetap mencoblos keempat orang itu, maka suaranya dinyatakan hangus,” katanya.
Sementara
anggota Badan Pengawas Pemilu, Anugerah Patah, mengatakan pihaknya siap
menerima gugatan dari keempat caleg DPD tidak lolos tersebut. “Silakan saja
apabila mereka ingin mengajukan gugatan terkait keputusan yang telah diambil
lembaga penyelenggara pemilu,” ujarnya

Loading...