Beranda News Kesehatan Tidak Makan Nasi Selama Tiga Bulan, Pria Ini Justru Makin Sehat

Tidak Makan Nasi Selama Tiga Bulan, Pria Ini Justru Makin Sehat

607
BERBAGI
Laksono Adhi Muladi

BANDARLAMPUNG, Teraslampung.com — Anda pernah tidak makan nasi dalam waktu lebih dari seminggu? Badan terasa lemas? Tentu saja. Orang yang berpuasa dan tidak makan nasi pasti tubuh terasa lunglai. Namun, jika Anda ingin sehat dengan tidak makan nasi, yang dilakukan Laksono Adhi Muladi, warga Bandarlampung, ini layak dicontoh.

Pria berusia 43 ini sebelumnya sangat lembon karena perutnya ‘mblegendong’. Maksudnya, perutnya itu amit-amit banget banget besarnya. Persis perempuan hamil enam bulan. Kalau pakai sarung pun si sarung mau melorot melulu. Pokoknya nggak  ‘sedep’ banget dilihat mata.

Nah, karena dia ahli susu olahan yang dicampur prebiotik (kefir), ia pun kemudian memutuskan diri untuk mengonsumsi kefir setiap hari. Ia minum kefir sebagai pengganti makan nasi. Artinya, ia sama sekali tidak makan nasi dan menggantinya minum kefir pada saat perut terasa keroncongan. (Baca: Interaksi Kefir dan Rokok).

Hasilnya: dalam tempo tiga bulan perut yang tadinya membuncit pun mulai mengempis alias normal. Ia pun mengaku lebih sehat dan lincah dibanding sebelumnya. Jalannya, tentu saja, tidak lagi ‘ebal-ebol’ seperti ketika keberatan perut.

“Dulu berat badan saya lebih dari 80 kg, sekarang sudah nornal dalam kisaran 68-70 kg,” kata Adhi.

Untuk membuktikan dirinya sehat, Adhi pun mencoba mengecek ke dokter sekalian donor darah. Usai cek dokter, lewat status di akun FB Adhi menulis: Golongan darah: B, Tensi darah: 130
HB darah: normal (lupa tadi disebutin), Hasilnya: kondisi fisik oke, bugar dan layak utk donor darah.
Alhamdulillah….Jadilah orang yang sedang DIET KEFIR tanpa makan nasi dan lauk pauk selama 7 (hari) diambil darahnya sekantong DONOR DARAH untuk sahabatnya yg sedang dioperasi di Rumah Sakit. Terbukti Badan saya tetap bugar setelahnya…. Sekali lagi Alhamdulillah. Hatur nuhun, Gusti….”

Kesadaran bahwa minuman kefir itu sudah dimiliki Adhi sejak lama. Maklum, ia adalah ‘pemain’ kefir.  Adhi berbisnis kefir di kalangan terbatas. Ia pun aktif di komunitas kefir Indonesia. Namun, praktik mengganti nasi dengan minuman kefir baru dilakukan Adhi dalam tiga bulan terakhir. Hal itu setelah dirinya merasa tidak sehat justru ketika badannya membengkak (gemuk) dengan penampakan perut yang sungguh memalukan.

“Bisnis kefir ini sebenarnya jalan ibadah juga. Saya siap mengajari siapa pun membuat kefir secara gratis bagi yang mau belajar dan hidup sehat. Kalau mau dikembangkan jadi ladang bisnis ya silakan..hehehehe….” ujarnya. (Baca: Kefir dan Variannya).

Kapan Adhi akan makan nasi dan berhenti minum kefir?

“Kalau makan nasi sih ya kalau pas kondangan dan ada makanan enak, pastilah saya ikut makan nasi. Masa rezeki ditolak. Nah, kalau berhenti minum kefir, kayaknya enggak deh. Saya akan terus minum kefir karena kefir itu menyehatkan tubuh.Sehat adalah investasi,” katanya.

Oyos Saroso HN