Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Tidak Mampu Kuasai DPRD, Langkah Bupati Lampung Utara Diprediksi Tersendat

Tidak Mampu Kuasai DPRD, Langkah Bupati Lampung Utara Diprediksi Tersendat

624
BERBAGI
Dedi Sumirat
Dedi Sumirat

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Koalisi partai pengusung Bupati Agung Ilmu Mangkunegara (AIM) dikabarkan tidak mampu menguasai parlemen Lampung Utara.‎ Jika memang isu itu benar maka pelbagai kebijakan pemerintahan Bupati Agung kemungkinan besar tidak akan begitu mulus saat masuk ke DPRD Lampung Utara.

Koalisi partai pengusung Bupati Agung pada Pilkada 2018 lalu terdiri dari Partai Nasdem, PKS, Partai Gerindra, dan Partai PAN. Pada Pemilu 2019, Partai Nasdem meraih 6 kursi, PKS dengan 5 kursi, Partai Gerindra dengan 6 kursi, PAN dengan 4 kursi.

Dalam perjalanannya, tiga anggota DPRD dari tiga partai berbeda bergabung ke dalam Fraksi PAN sehingga jumlah anggota Fraksi PAN berjumlah 7 orang. Alhasil, jumlah anggota DPRD yang tergabung dalam koalisi berjumlah 24 alias lebih dari separuh kursi yang ada.

(Calon) ‎Wakil Ketua II DPRD Lampung Utara, Dedi Sumirat ketika dikonfirmasi di kantor Pemkab Lampung Utara, Selasa (17/9/2019) tak menampik kebenaran isu tersebut. Hal itu karena Fraksi PAN ‘meninggalkan’ koalisi dalam perebutan Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Sementara ini, Fraksi PAN ke‎ luar dari koalisi untuk urusan AKD,” kata dia.

Dengan kepergian Fraksi PAN itu, praktis jumlah anggota DPRD yang tergabung dalam koalisi kini hanya tinggal 17 orang saja. Jumlah ini jauh dari kata cukup untuk menguasai parlemen. Kursi di DPRD Lampura ‎sendiri berjumlah 45 kursi.

“Hitung-hitungannya memang seperti itu, 17 anggota koalisi, sedangkan di luar koalisi ada 28 orang,” terangnya.

Menyikapi persoalan ini, pihaknya akan‎ mengerahkan segala upaya untuk kembali merangkul PAN masuk ke dalam koalisi. Dengan begitu, koalisi partai pemerintah akan mampu menguasai parlemen.

“Mudah-mudahan, PAN kembali ke dalam koalisi setelah AKD ‎selesai,” tutur politisi asal Partai Nasdem ini.

Loading...