Beranda News Nasional Tidak Takut Serangan, Jokowi Tegaskan Proyek Jalan Trans Papua akan Dilanjutkan

Tidak Takut Serangan, Jokowi Tegaskan Proyek Jalan Trans Papua akan Dilanjutkan

77
BERBAGI
Presiden Jokowi berselfi bersama siswa-siswa saat menghadiri Milad 1 Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Kamis (6/12) pagi.

TERASLAMPUNG.COM  — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan serangan terhadap oleh pihak yang mengklaim seagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) terhadap para pekerja proyek Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga, beberapa hari lalu, tidak menyurutkan tekadnya membangun insfratruktur jalan di wilayah  itu.

“Tidak menyurutkan kita untuk membangun Papua karena kita tahu dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote semua memerlukan infrsatruktur dan harus kita bangun,” kata Presiden Jokowi dalam acara peringatan Milad Satu Abad Madrasah Mu’allimin-Mu’allimaat Muhammadiyah, di Yogyakarta, Kamis (6/12) pagi.

Presiden menjelaskan, ketiadaan infrastruktur jalan yang baik di Papua telah menyebabkan lamanya waktu tempuh. Tidak jarang, perjalanan yang semestinya dapat ditempuh hanya dalam beberapa jam saja dapat memakan waktu hingga berhari-hari.

“Di Indonesia bagian timur, di Papua, jalan (rusak) seperti ini banyak sekali. Masak hanya 120 kilometer memakan waktu dua atau tiga hari baru sampai. Harus menginap, harus masak di jalan. Inilah pentingnya infrastruktur,” ujar Presiden Jokowi.

BACA: Tanggung Jawab Pembunuhan 31 Pekerja di Papua, OPM Tantang Jokowi

Presiden Jokowi menyampaikan pentingnya pembangunan insfrastrutur jalan secara merata di seluruh wilayah Nusantara. Harapannya, kata Jokowi, antarwilayah bisa terhubung sehingga mobilitas warga meningkat.

Keterhubungan antarwilayah itu, diyakini Presiden akan menyatukan seluruh daerah di Tanah Air sehingga meningkatkan semangat persatuan dan kesatuan.

“Kenapa harus sambung menyambung? Supaya persatuan kita sebagai sebuah negara besar itu bisa disatukan. Jadi yang namanya membangun infrastruktur bukan hanya urusan ekonomi tetapi juga urusan persatuan bangsa Indonesia sebagai sebuah bangsa besar,” tegas Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengingatkan, orang Aceh harus kenal orang Papua, orang Papua harus kenal orang Kalimantan, orang Kalimantan harus kenal orang Jawa, orang Jawa harus kenal orang Sulawesi karena memang negara ini adalah negara besar.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mendikbud Muhadjir Effendy, anggota Wantimpres Syafii Maarif, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dan Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir

Loading...