Tidak Terima Ditilang, Sopir Angkot Bacok Polisi dengan Pedang

  • Bagikan

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung wijaya didampingi Kasi Humas AKP Titin Maezunah saat menunjukkan barang bukti sebilah parang yang digunakan tersangka Junaidi untuk melakukan pembacokan Briptu Putra Anggota Satlantas Polresta



BANDARLAMPUNG-Seorang sopir angkutan kota (angkot) jurusan Rajabasa-Kemiling, Junaidi (24), ditangjkap polisi dari Polres Bandarlampung setelah membacok Briptu Putra dengan pedang di Jl. ZA Pagar Alam, Bandarlampung, Senin (15/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Warga Kelurahan Rajabasa, Bandarlampung, itu membacok Briptu Putra karena tidak terima angkotnya ditilang Peristiwa pembacokan tersebut terjadi, saat Briptu Putra tengah mengatur lalulintas di pertigaan lampu merah Universitas Lampung (Unila) antara jalan ZA Pagar Alam dan Jalan Sumantri Brojonegoro.

“Tersangka Junaidi menebaskan parangnya kearah Briptu Putra hingga beberapakali, namun Briptu Putra berhasil mengelak dan menangkisnya menggunakan tongkat Polri yang dibawanya. Sabetan pedang tersangka, hanya mengenai tali peluit milik Briptu putra hingga putus,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijayakepada wartawan saat gelar ekspose di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (16/12).

Menurut Dery, karena tidak berhasil melukai atau membunuh Briptu Putra, ersangka Junaidi melarikan diri menggunakan sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari lokasi kejadian. Lalu tersangka membuang parang yang dibawanya untuk menghilangkan barang bukti.

Petugas Satreskrim Polres Bandarlampung yang mendapat laporan tersebut, langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka dan berhasil menangkap tersangka dirumahnya di Rajabasa. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolresta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah parang bersarung kayu dengan panjang 1 meter, satu unit kendaraan Angkot plat nomor BE 2791 AU, Satu buah tongkat Polri dan satu utas tali peluit petugas warna putih yang telah putus,” ujar mantan Kapolsek Natar Lampung Selatan itu.

Berdasarkan  hasil pemeriksaan, tersangka Junaidi mengakui perbuatannya dengan sengaja akan melukai Briptu Putra. “Tersangka melakukan percobaan pembunuhan terhadap Briptu Putra, karena merasa kesal terhadap Briptu Putra yang telah memberikan tindakan tilang kepadanya. Parang yang digunakan tersangka adalah miliknya yang diambil dirumahnya sesaat setelah diberikan tilang, tersangka juga merupakan seorang residivis dalam kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan menjalani hukuman selama lima bulan kurungan pada tahun 2011 lalu,”kata Dery.

Dery memaparkan, sebelum terjadinya peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Briptu Putra, tersangka Junaidi yang membawa kendaraan Angkot jurusan Rajabasa-Kemiling dengan sengaja meberhentikan kendaraannya dan menurunkan penumpang ditegah jalan dalam situasi yang padat kendaraan.

Lantaran melanggar lalulintas, Briptu putra memberhentikan kendaraannya dan mengahampiri tersangka Junaidi akan memberikan surat tilang. Namun Junaidi justru kabur menggunakan kendaraan tersebut, Briptu Putra kemudian mengejarnya dan kendaraan dapat diberhentikan di depan Mall Rajabasa.

Menurut Dery, dalam catatan kepolisian, tersangka merupakan seorang residivis kasus pencurian dengan pemberatan. Saat diperiksa oleh petugas, l tersangka  ternyata hanya seorang sopir serep yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Setelah diberikan surat tilang, tersangka kemudian pergi meninggalkan kendaraannya.

Sekitar 15 menit kemudian, Briptu Putra yang sedang bertugas mengatur lalulintas  di pertigaan lampu merah Universitas Lampung (Unila) di hampiri tersangka dengan membawa parang dan langsung menghujamkan parang tersebut kearah Briptu Putra hingga berkali-kali.

 “Karena tidak terima ditilang oleh petugas, Junaidi pulang kerumahnya mengambil parang lalu kembali menghampiri Briptu Putra dan langsung menebaskan parang itu kearah Briptu putra,” paparnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dery menambahkan, tersangka Junaidi dijerat dengan pasal berlapis. Yakni pasal 340 jo 53 KUHP atau pasal 338 jo 53 KUHP atau pasal 355 jo 53 KUHP dan pasal 356 ayat (2) KUHP subsidair pasal 335 KUHP.

“Pasal-pasal tersebut tentang percobaan pembunuhan berencana atau percobaan pembunuhan atau percobaan penganiayaan berat terhadap seorang pegawai negeri yang sedang menjalankan pekerjaan yang sah dan memaksa orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,”tandasnya.

  • Bagikan