Tidak Termasuk Prioritas, Gorong-Gorong Rusak di Jalan Bukit Pesagi Belum akan Diperbaiki

Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby/Teraslampung.com

Jalan rusak di atas gorong-gorong di ruas Jalan Gunung Pesagi, Kotabumi Selatan, Kotabumi, Lampung Utara,

Kotabumi–Jalan Bukit Pesagi, Kota Alam, Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura) yang amblas dan nyaris terputus ternyata tidak masuk prioritas pembangunan Pemkab Lampura. Dengan demikian, jalan itu belum akan diperbaiki dalam waktu dekat meski kondisinya nyaris terputus dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Kepastian belum adanya perbaikan atas jalan dimaksud dinyatakan oleh Camat Kotabumi Selatan, Sani Lumi setelah dirinya melihat daftar proyek pembangunan di wilayah Lampura. 

“Saya sudah lihat daftar proyek – proyek (di Dinas Pekerjaan Umum/PU) dan ternyata jalan itu belum termasuk di dalamnya,” kata dia saat ditemui di pelataran parkir kantor Pemkab Lampura, Rabu (9/4) pagi. 

Kendati demikian, Sani mengatakan akan mengupayakan perbaikan jalan tersebut kepada Pemkab melalui Dinas Pekerjaan Umum agar dapat memperbaiki jalan itu pada anggaran perubahan ‎tahun ini.  
“Kami akan upayakan perbaikan jalan Bukit Pesagi dapat masuk di dalam anggaran perubahan tahun ini,” janjinya.‎Camat muda ini mengakui bahwa perbaikan atas jalan itu perlu segera dilakukan. Mengingat keberadaan jalan itu terbilang penting karena jalan itu merupakan akses utama untuk memasuk‎i kampung Rawa Karya yang dikenal sebagai daerah langganan banjir saat musim hujan tiba. Bantuan dan evaluasi korban banjir pun akan sedikit tersendat lantaran harus memutar terlebih dahulu melalui Jalan Ksatria, Tanjung Aman. 

“Terpaksa harus memutar lewat jalan lain (kalau bantuan untuk korban banjir mau masuk ke kampung Rawa Karya),” urainya.‎Sebelumnya, ‎meski sudah lama jalan di atas gorong – gorong di Jalan Bukit Pesagi, Kotabumi amblas, hingga kini jalan itu belum jua diperbaiki oleh Pemkab. Lambannya perbaikan yang dilakukan membuat tingkat kerusakan semakin parah. Akibatnya, jalan yang menjadi urat nadi warga setempat tersebut tak dapat lagi dilalui oleh kendaraan roda empat alias nyaris terputus.

“Bahkan, kendaraan roda dua pun yang melintas di jalan itu harus berhati – hati. Kalau tidak, pengendara bisa  terjerembab ke dalam lubang gorong – gorong atau tepian jalan yang sedikit curam,” kata Kodari, warga yang rumahnya tak jauh dari ruas jalan tersebut, Minggu (5/4).

Menurut Kodari, banyak pengendara roda empat dari luar wilayahnya terpaksa memutar arah lantaran tak dapat lagi melalui jalan dimaksud. “Kalau dulu amblasnya cuma di bagian tengah dan tidak terlalu besar diameternya. Tapi kalau sekarang, mobil pun sama sekali enggak bisa lewat,” katanya.

Kodari khawatir jika tak segera diperbaiki maka jalan itu akan benar – benar terputus. Jika terputus maka warga dan pengguna akan sangat kesulitan jika hendak mengantar atau menjemput anaknya ke sekolah serta menjalankan aktifitas sehari – hari. Mengingat di wilayahnya terdapat sedikitnya 7 sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA.‎