Tiga Hari Hilang di Arab Saudi, Jamaah Haji Lampung Utara akhirnya Ditemukan

Endang Yunita Suryani (ketiga dari kiri), jamaah haji Lampung Utara yang sempat hilang selama beberapa hari ditemukan oleh petugas.
Endang Yunita Suryani (ketiga dari kiri), jamaah haji Lampung Utara yang sempat hilang selama beberapa hari ditemukan oleh petugas.
Bagikan/Suka/Tweet:

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Endang Yunita Suryani, jamaah haji Lampung Utara yang sempat dinyatakan hilang sejak tiga hari terakhir akhirnya ditemukan di Arab Saudi, Jumat (21/7/2023) sekitar pukul 00.00 Waktu Arab Saudi.

“Alhamdulillah, Ibu Endang sudah berhasil ditemukan oleh petugas perlindungan jamaah haji,” kata Kepala kantor Kementerian Agama Lampung Utara, Totong Sunardi, Sabtu (22/7/2023).

Jarak lokasi ditemukan yang bersangkutan dengan hotel penginapannya beberapa waktu lalu sekitar 2 KM. Saat ditemukan yang bersangkutan masih dalam keadaan linglung. Diperkirakan, Endang sempat menjadi korban hipnotis.

“Ponsel beliau sudah enggak ada lagi. Kalau untuk barang-barang lainnya memang sudah dibawa pada saat keberangkatan kloternya beberapa waktu lalu,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Utara yang juga menjadi petugas haji daerah, Apriyadi, mengatakan Endang akan segera dipulangkan ke Indonesia. Ia akan diberangkatkan berbarengan dengan jamaah haji Lampung melalui kloter JKG 49.

“Informasinya beliau terkena hipnotis. Untuk jadwal kepulangan, kami masih menunggu informasi selanjutnya,” terangnya.

Sebelumnya, Endang Yunita Suryani, jamaah haji Lampung Utara dengan inisial EYS (41) dikabarkan hilang di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (18/7/2023) sekitar pukul 09.00 Waktu Arab Saudi/WAS.

Kepala kantor Kementerian Agama Lampung Utara, Totong Sunardi membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, kabar hilangnya yang bersangkutan baru diketahui beberapa jam sebelum rombongan haji berangkat menuju kota Jeddah, Arab Saudi.

“Pendorongan ke Jeddah berlangsung pada pukul 15.00 WAS, sedangkan kabar hilangnya beliau diketahui beberapa jam sebelum itu,” terangnya kala itu.

Totong menuturkan, sebelum hilang yang bersangkutan diketahui turun dari lantai tujuh ke lantai bawah tempat penginapannya (maktab) untuk mencari sinyal ponsel. Kala itu EYS pamitan pada ibunya untuk menelepon. Kabar hilangnya EYS baru diketahui beberapa jam sebelum keberangkatan menuju bandara Jeddah.

Lantaran waktunya terbilang tidak memungkinkan, rombongan terpaksa bertolak ke Kota Jeddah tanpa yang bersangkutan. Hal itu dikarenakan tiket pesawat telah dipesan jauh hari sebelumnya sehingga tidak memungkinkan untuk membatalkannya.

“Sampai saat ini masih diupayakan oleh petugas Perlindungan Jamaah atau Linjam. Pencarian akan dilakukan hingga ke pelosok-pelosok,” tuturnya.