Beranda Hukum Kriminal Tiga Kali Cabuli Siswi SMP, Kuli Bangunan Dicokok Polisi

Tiga Kali Cabuli Siswi SMP, Kuli Bangunan Dicokok Polisi

172
BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com 

Tersangka Paryono saat diperiksa di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (16/6/2015).

BANDARLAMPUNG-Seorang kuli bangunan, Paryono (24) warga Rajabasa, Bandarlampung pelaku pencabulan terhadap korban AS (15) pelajar SMP yang masih dibawah umur dibekuk petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung saat mengantarkan pulang korban di wilayah Natar, Lampung Selatan, Senin (15/6).

Barang bukti yang disita, satu buah jaket warna hitam, satu buah rok pendek bermotif garis garis warna merah, satu buah celana pendek warna biru dan pakaian dalam milik korban.

Menurut keterangan Paryono seorang pria yang sudah beristri dan memiliki satu orang anak berusia Sembilan bulan ini mengaku, bahwa dirinya telah mencabuli korban berinisial AS (15) yang masih berstatus pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Sebelum melakukan pencabulan tersebut, kata dia, awalnya korban AS sering lewat didepan rumah tempat ia bekerja sebagai kuli bangunan. Karena dilihatnya cantik, ia kemudian mendekati korban lalu mengajak berkenalan dan meminta nomor HP korban. Sejak saat itulah ia dan korban sering berkomunikasi dengan AS melalui sambungan telepon. Korban pun tidak menolak saat AS menjadikannya pacar.

“Sekitar ada satu bulan pacaran, dia (AS)  saya ajak pergi main selama dua hari ke daerah Karang Anyar, Jati Agung (Lampung Selatan) di rumah saudara saya. Di tempat itulah saya mencabuli dia (korban) sebanyak tiga kali, tapi saya melakukannya tidak di rumah melainkan di pinggir kali dan di semak-semak belukar. Saat mencabuli korban, saya tidak memaksa atau mengancam. Ketika saya rayu dia mau,“kata Paryono kepada petugas Polresta Bandarlampung, Selasa (16/6/2015).

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka dibekuk berdasarkan laporan  keluarga korban. Kepada polisi keluarga korban melapor bahwa AS sudah beberapa hari tidak pulang ke rumah dan diduga bersama pacarnya (Paryono). Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian petugas memancing tersangka  untuk mengantarkan korban pulang kerumah orangtuanya.

“Petugas dibantu keluarga korban, dengan cara membujuk tersangka untuk mengantarkan korban pulang. Saat pulang itulah, tersangka Paryono langsung kami tangkap. Peristiwa pencabulan, dan hilangnya korban dari rumah terjadi beberapa hari lalu,“ kata Dery kepada wartawan, Selasa (16/6).

Hasil pemeriksaan, Dery menjelaskan, tersangka Paryono yang diketahui sudah mempunyai istri dan satu orang anak itu mengaku mencabuli dan membawa pergi korban AS dengan cara merayu korban. Kemudian dengan bujuk rayu tersangka, korban yang masih berstatus pelajar SMP dan di bawah umur, diajak tersangka pergi dari rumahnya.

“Modus tersangka mencabuli korban, sebelum dibawa pergi korban dijadikan pacar terlebih dulu oleh tersangka. Setelah itu, korban dibawa pergi dari rumah dengan tersangka. Korban diajak berhubungan intim layaknya suami istri dengan tersangka sebanyak tiga kali di beberapa  tempat. Antara lain di pinggiran kali dan di semak-semak belukar di wilayah Lampung Selatan,”terangnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Loading...