Hukum  

Tiga Pejabat Baru Kejati Lampung Dilantik

Bagikan/Suka/Tweet:

Zaenal Asikin/Teraslampung.com

Kajati Lampung Sri Harijati Pujilestari (teraslampung.com)

BANDARLAMPUNG – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, menggelar pelantikan dan pisah sambut tiga pejabat lama dan pejabat baru di Aula Kantor  Kejaksaan Tinggi  Lampung, di Bandarlampung, Rabu (18/6).

Tiga pejabat penting yang baru saja dilantik adalah Amran sebagai Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Lampung menggantikan Abdul Aziz, Agus Salim sebagai Asisten Intelijen (Asintel) menggantikan Sarjono Turin dan Adhryansah sebagai Koordinator bidang pidana khusus (Pidsus) menggantikan Banua Purba.

Seusai pelantikan, Kajati Lampung Sri Harijati Pujilestari mengatakan tidak semua pejabat lama  hadir pada cara pelantikan dan pisah-sambut tersebut.

“Pak Abdul Aziz yang sebelumnya menjabat sebagai Wakajati berhalangan tidak bisa hadir. Beliu sedang ada tugas yang tidak dapat ditinggalkan,” kata dia, saat ditemui teraslampung.com ruang Aula Kejati Lampung Rabu (18/6).

Menurutnya, Kejaksaan Tinggi Lampung sekarang, banyak dijabat dengan orang-orang baru. Untuk itu, dia mengharapkan agar mereka lebih tegas dan maksimal lagi dalam menjalankan tugasnya kedepan.

“Selain saya sendiri, Wakajati dan Asintel serta Koordinator Pidsus juga kan orang baru di sini. Artinya, segala sesuatunya masih fresh.  Semoga kami mampu menyatukan pendapat dalam mengambil keputusan dalam bertugas. Ini semua semata-mata hanya untuk kepentingan institusi Kejaksaan,” kata dia.

Dia menambahkan, ke depan pekerjaan yang belum sempat diselesaikan oleh pejabat yang lama harus dapat diselesaikan. Untuk itu, ia meminta  pejabat baru agar lebih tegas dan mampu bekerja sama dengan jajaran lain.

“Semua perkara pasti ada jalan penyelesaianya. Tinggal kita mau atau tidak untuk menyelesaikan perkara tersebut. Kita bisa lihat, darimana dan kenapa perkara tersebut berhenti. Nah,jika kita sudah dikerjakan dan memang tidak dapat diteruskan pastinya kita segera buat surat pemberhentian. Akan tetapi, kalau masih bisa dilanjutkan ya kita teruskan pastinya dengan bukti-bukti yang konkret,” tandasnya.