Beranda Hukum Teras Kriminal Tiga Pelajar Berkomplot Mencuri Sepeda Motor Kawan Sendiri

Tiga Pelajar Berkomplot Mencuri Sepeda Motor Kawan Sendiri

217
BERBAGI

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijay, saat gelar ekspose pencurian sepeda motor dengan tersangka tiga pelajar–DM, IQ, dan JF–di Polresta Bandarlampung, Kamis, 28 Agustus 2014. (Teraslampung/Zaenal)

BANDAR LAMPUNG, Teraslampung.com- Pencurian sepeda motor dengan modus duplikat kunci kembali terjadi di Bandarlampung. Kali ini korbannya Rahmad Kartawijaya, warga Bakung, Telukbetung Barat. Ironisnya, pelakunya tiga remaja yang masih tergolong kawan korban. DM, IQ dan JF– ketiganya warga Kompleks Gudang Limun, Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, Bandarlampung—dicokok polisi Polres Bandarlampung di itempat berbeda pada Jumat (22/8).

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengatakan penangkapan tiga remaja yang masih berstatus pelajari itu atas  atas laporan korban Rahmad Kartawijaya, Rabu (20/8. Korban mengaku sepeda motornya hilang  di Jalan Diponegoro Teluk Betung Utara,pada Rabu (20/8) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban mengaku, pada Rabu (20/8) sekitar pukul 10.00 WIB ada salah seorang temannya yang meminjam sepedamotor Yamaha Vixion miliknya. Pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, ketiga temannya, DM, IQ dan JF ,datang rumah korban dan mengajaknya untuk berkumpul di tempat kost IQ.

“Sepeda motor korban diparkir di depan tempat kost IQ. Saat korban sedang mengobrol dengan IQ,, motor korban yang diparkir di depan rumah kost hilang,” kata Dery, Kamis (28/8).

Berdasarkan keterangan korban, polisi lalu melakukan penyelidikan. Penyelidikan diarahkan kepada dua kawan korban lainnya, yakni DM dan JF.

Ketiga tersangka berhasil ditangkap ditempat berbeda. Sementara sepeda motor milik korban sudah dijual kepada seorang penadahnya. Petugas menyita barang bukti berupa uang tunai  senilai Rp 1,5 juta dan uang tersebut sisa hasil dari penjualan sepeda motor korban.

“Tersangaka bersama barang bukti, diamankan di Mapolresta Bandarlampung untuk proses penyelidikan,” kata dia.

Kepada polisi DM, JF dan IQ mengakui mencuri sepeda motor kawannya sendiri dengan cara menggandakan kunci sepeda motor milik korban. Penggandaan kunci dilakukan saat mereka meminjam sepeda motor.
Setelah kunci motor diduplikat kemudian dikembalikan kepada korban.  Pada malam harinya sekitar pukul 19.30 WIB, ketiga tersangka berpura-pura mengajak korban ketemuan dan berkumpul ditempat kost milik salah satu tersangka IQ.

Setelah berkumpul, ketiganya berbagi peran, dua tersangka DM dan Jef  berperan mengambil motor korban yang diparkir di halaman kost menggunakan kunci yang sudah diduplikat. Sedangkan tersangka IQ, mengalihkan perhatian korban dengan cara mengajak korban mengobrol.

“Sepeda motor korban sudah dijual dengan tersangka kepada penadahnya. Uang  dari hasil penjualan rencananya akan digunakan untuk menebus motor milik IQ yang  sedang di gadaikan,” kata Dery.

Dery menambahkan, terhadap perkara tersebut  masih dilakukan penyidikan dan penyelidikan

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka bakal dijerat dengan pasal 363 KUHPidana tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara selama 7 tahun. (Zaenal Asikin)        

Loading...