Beranda Hukum Kriminal Tiga Penadah Barang Curian Diringkus Polisi, Satu di antaranya Mahasiswa

Tiga Penadah Barang Curian Diringkus Polisi, Satu di antaranya Mahasiswa

144
BERBAGI
Tiga penadah barang curian diringkus Tekab 308 Polres Tulangbawang.
Tiga penadah barang curian diringkus Tekab 308 Polres Tulangbawang.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

TULANGBAWANG — Tim khusus antibandit (Tekab) 308 Polres Tulangbawang (Tuba), meringkus tiga pelaku penadah barang dari hasil pencurian dengan kekerasan (curas) di rumahnya masing-masing, Kamis 25 Oktober 2018 siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Dari ketiga pelaku yang ditangkap, salah satu pelaku merupakan sebagai mahasiswa.

Ketiga pelaku yang ditangkap adalah, SU (28), SI (23) mahasiswa, keduanya warga Kampung Gunung Batin Udik dan IN (25), warga Kampung Batin Baru, Kecamatan Terusan Nunyai, Lampung Tengah.

“Pelaku penadah barang hasil curian berinisial SU, SI dan IN ini, kita tangkap di rumahnya masing-masing di wilayah Lampung Tengah, Kamis siang kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Sementara untuk pelaku SI, masih berstatus mahasiswa,”kata Kasat Reskrim Polres Tulangbawang, AKP Zainul Fachry, Jumat 26 Oktober 2018.

Dikatakannya, dari penangkapan ketiga pelaku tersebut, disita barang bukti hasil curian berupa satu unit ponsel merk Oppo type A3S warna merah. Guna pengembangan penyidikan lebih lanjut, ketiga pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Tulangbawang.

“Ketiga pelaku tersebut, saat ini masih dialam pemeriksaan di Mapolres Tulang Bawang. Sementara untuk pelaku utama aksi curas tersebut berinsial AN, saat masih buron (DPO),”ujarnya.

AKP Zainul Fachry mengutarakan, penangkapan ketiga pelaku tersebut, berdasarkan atas laporan korban Nafsi Chofiya Nisa (24), warga Kampung SPU A, Kecamatan Simpang Pematang, Mesuji yang mana tertuang dalam Laporan Polisi Nomor : LP/672/ X/2018/Polda Lp /Res Tuba/Sek Menggala, tanggal 10 Oktober 2018 tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas).

“Akibat dari kejadian curas itu, korban mengalami kerugian uang tunai Rp 6 Juta dan dua unit ponsel merk Samsung model lipat warna putih dan merk Oppo type A3S warna merah,”ungkapnya.

Kejadian curas yang dialami korban, kata AKP Zainul Fachry, saat korban bersama suami dan anaknya berkendara motor dari arah Gunung Madu, Lampung Tengah menuju ke daerah Mesuji, pada Rabu 10 Oktober 2018 petang lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Ketika melintas di jalan Lintas Timur (Jalintim) Astra Ksetra, tiba-tiba dari arah belakang datang pelaku AN (DPO) dengan mengendarai motor yang langsung menarik tas korban.

“Bahkan pelaku AN ini, sempat menodongkan senjata api kearah korban. Lalu pelaku memotong tali tas korban menggunakan gunting dan kabur membawa tas korban yang berisi ponsel dan uang tunai. Atas peristiwa itu, korban dan saminya melaporkannya ke Mapolres Tulangbawang,”bebernya.

Berbekal dari laporan korban, selanjutnya dilakukan penyelidikan dan petugas mendapati ponsel Oppo type A3S warna merah milik korban dikuasi oleh SU. Saat itu juga petugas menangkap SU, dari pengakuanya ponsel itu dibeli dari adiknya berinisial SI sebesar Rp 1,4 juta dan petugas langsung menangkap SI.

“Kedua pelaku kakak beradik tersebut, kami tangkap saat keduanya sedang berada di rumahnya di Kampung Gunung Batin Udik. Dari pengakuan SI yang masih berstatus mahasiswa ini, ponsel dibeli dari IN seharga Rp. 1 Juta.”terangnya.

Saat itu juga, lanjut AKP Zainul Fachry, petugas memburu IN dan berhasil menangkapnya saat berada di rumahnya di Kampung Gunung Batin Baru. Dari keterangan IN, bahwa ponsel hasil curian itu dibeli dari rekannya berinisial AN sebesar Rp. 700 Ribu. Pelaku AN tersebut, merupakan eksekutor pelaku curas terhadap korban.

“Petugas langsung memburu AN yang rumahnya berada tidak jauh dari rumah IN, namun pelaku AN kabur lebih dulu sebelum petugas datang. Mengenai adanya pelaku lain selain AN, belum diketahui karena pelaku AN sendiri belum tertangkap. Mudah-mudahan saja, pelaku AN secepatnya dapat kita tangkap,”pungkasnya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku harus mendekam di sel tahanan Mapolres Tulangbawang dan ketiganya dijerat Pasal 480 KUHPidana tentang penadahan barang hasil kejahatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara 4 tahun.

Loading...