Tiga Pencuri Uang Rp 65 Juta Milik Pengusaha Rumah Makan Dua Saudara Dibekuk Polisi

  • Bagikan

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tiga tersangka pencuri uang milik RM Dua Saudara Kemiling, Bandarlampung. (Teraslampung.com/Zaenal)

BANDAR LAMPUNG – Tim gabungan unit Reskrim Polsekta Tanjungkarang Barat dan Reskrim Polresta Bandarlampung meringkus tiga dari empat orang kawanan pencuri brankas yang berisi uang sebesar Rp 65 juta milik pengusaha Rumah Makan Dua Saudara, Jl. Cik Ditiro, Beringin Raya, Kemiling, Bandarlampung, pada Kamis (3/10) di daerah Lampung Barat.  Dua dari tiga pencuri yang ditangkap tak lain adalah karyawan RM Dua Bersaudara.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti satu buah brankas yang telah dirusak oleh pelaku, uang sisa hasil pencurian sebesar Rp 9 juta, satu buah senjata tajam, dan dua unit sepeda motor.

Tiga tersangka yang diamankan: Dede Lukman Hakim (23), Arif Zakaria (18) –keduanya merupakan warga Desa Way Petai, Sumber Jaya, Lampung Barat–,  dan Misrul Hadi (23) ,warga Desa Kubu Langka, Cukuh Balak. Satu tersangka bernama Jeni kini masih buron (DPO).

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, mengatakan, aksi pencurian brankas yang berisi uang sebesar Rp 65 juta milik rumah makan Dua Saudara dilakukan para tersangka pada Rabu dini hari (1/10/2014) lalu sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan polisi, ketiganya mengakui perbuatannya. Mereka mengaku mencuri brankas uang untuk membantu Jeni untuk membayar utang.

Arif Zakaria dan Misrul Hadi merupakan karyawan baru Rumah Makan Dua Saudara Kemiling

Menurut Dery, sebelum melancarkan aksinya, para tersangka sudah mengatur siasat dua hari sebelum mencuri. Setelah brankas berhasil mereka curi,  para tersangka membawa brangkas ke rumah Dede di Lampung Barat. Uang di dalam brankas sekitar Rp 65 juta kemudian mereka bagi bertiga.

“Para tersangka ini sebelumnya sudah mengetahui di mana letak brankas yang berisi uang milik bosnya tersebut. Polisi menemukan brankas itu d irumah tersangka Dede di Desa Way Petai, Sumberjaya, Lampung Barat,”jelas Dery.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka kini harus mendekam di dalam sel tahanan Mapolsekta Tanjungkarang Barat. Para tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

©teraslampung.com > DILARANG MENGCOPY PASTE TULISAN INI. MENGAMBIL BERITA DARI PORTAL TERASLAMPUNG.COM UNTUK KEPENTINGAN MEDIA ONLINE/MEDIA CETAK HARUS MENCANTUMTUMKAN www.teraslampung.com  DENGAN ALAMAT URL LENGKAP SEBAGAI SUMBER BERITA.

  • Bagikan