Beranda Teras Berita Tiga Pengedar Ekstasi Diringkus Polisi Saat Tengah Tertidur di Penginapan

Tiga Pengedar Ekstasi Diringkus Polisi Saat Tengah Tertidur di Penginapan

199
BERBAGI

Zaianal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi tersangka

BANDARLAMPUNG–Petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung, meringkus  tiga terduga pemasok sekaligus pengedar narkoba jenis ekstasi ditempat hiburan malam di Kota Bandarlampung. Dari ketiga tersangka yang diamankan, satu orang lelaki dan dua orang seorang wanita. Ketiganya ditangkap saat berada di sebuah penginapan di Jalan Urip Sumoharjo, Way halim, Bandarlampung, Jumat (29/5) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketiga tersangka yang diamankan adalah, Badri (35) warga Kemiling, Ayu (22) dan Ria (25), keduanya warga Panjang. Dari tangan ketiganya, polisi berhasil menyita barang bukti narkoba sebanyak 50 butir pil ekstasi.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, AKBP Augustinus Berlianto Pangaribuan melalui Kasubdit III Ditresnarkoba AKBP Ahmad Zulfikar menuturkan, penangkapan ketiga pengedar tersebut adalah hasil penelusuran petugas di lapangan selama beberapa hari.

Menurut Zulfikar, , pihaknya banyak mendapat informasi bahwa di salah satu tempat hiburan malam yakni karaoke di Bandarlampung, kerap dijadikan tempat transaksi dan ajang pesta narkoba jenis pil ekstasi.

“Dari Informasi itu, langsung kami tindak lanjuti dan melakukan penyelidikan. Karena berdasarkan dari ciri-ciri orang yang dimaksudkan, sehingga dapat memudahkan kami untuk menangkapnya,” kata Zulfikar, Selasa (2/6).

Lalu, tepat pada hari Jumat (29/5) pagi, anggotanya menciduk tiga orang pengedar tersebut saat sedang tidur pulas disalah satu penginapan di daerah Urip Sumoharjo, Way Halim, Bandarlampung. Selanjutnya, petugas melakukan penggeledahan di kamar penginapan tersebut, dan ditemukan sebanyak 50 butir ekstasi yang berada diatas meja kamar.

“Target operasi (TO) kami tadinya hanya tersangka Badri, Ternyata dia (Badri) bersama dua orang teman wanitanya yang berprofesi sebagai pemandu lagu di karaoke Tanaka. Karena ditemukan barang bukti ekstasi itu, jadi mereka semua kami bawa ke kantor guna pemeriksaan lebih lanjut,”tutur Zulfikar.

Dari hasil pemeriksaan, sambungnya, kedua wanita tersebut mengaku tidak mengetahui barang haram tersebut. Sedangkan, Badri mengaku pil ekstasi itu adalah miliknya dan titipan dari temannya untuk dijual. Sementara dari hasil tes urine, ketiganya dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Tes urinenya positif, ketiganya sudah kami tahan di sel tahanan Mapolda Lampung. Mereka mengakui habis menggunakan pil esktasi itu di tempat hiburan malam, tetapi dua wanita itu pulang duluan ke penginapan dan selang taklama kemudian Badri menyusul malam itu,”terangnya.

Zulfikar menambahkan, kasus tersebut masih dilakukan pengembangan guna memburu pemasok pil ekstasi tersebut kepada Badri dan kepada siapa saja narkoba jenis ekstasi tersebut dijual.

“Dugaan sementara ini, Badri sebagai penyuplai ke tempat hiburan malam. Sedangkan dua teman wanitanya itu, yang mengedarkan didalam karaoke tempatnya bekerja. Petugas saat ini masih memburu pemasoknya,” tandasnya.

Loading...