Beranda Teras Berita Tiga Perampok Bersenjata Api Satroni Kontrakan Mahasiswi STKIP PGRI

Tiga Perampok Bersenjata Api Satroni Kontrakan Mahasiswi STKIP PGRI

175
BERBAGI
Zaenal Asikin/Teraslampung.com
BANDARLAMPUNG,
Teraslampung.com  
– Tiga pelaku
perampokan dengan bersenjata api menyantroni rumah kontrakan putri “Seruni” di  J Dakwah, Gang Sepakat, Labuhan Ratu, Kedaton,
Bandar Lampung, Jumat (11/7), sekitar pukul 18.00 WIB. Para pelaku menyatroni
salah satu kamar kontrakan yang ditempati korban Eliza Susanti (24, mahasiswi
STKIP PGRI Lampung.  Perampok menggondol
satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih BE 4609 BX, sebuah telepon
genggam merk Blackberry dan dua buah handphpone merk Nokia milik korban.

Korban, sekaligus saksi mata yakni Eliza Susanti (24) saat ditemui teraslampung.com di
kontrakannya menuturkan, awalnya dia sedang berada didalam kamar kontrakannya
bersama kakak perempuannya bernama Yeyen Apriani (28) dan keponakannya Ibramova
(3).
Menurut
Eliza, saat dia dan saudaranya menunggu  waktu
buka puasa, pintu kamar sedang terbuka. Saat ia akan menyiapkan untuk berbuka, tiba-tiba
datang tiga orang laki-laki yang datang dan tidak dikanalnya masuk kedalam
kamar kontrakannya dengan membawa senjata api.
“Mereka
memakai helm dan mengeluarkan pistol masing-masing. Tiga pistol ditodongkan ke
arah kami.Mereka mengancam akan menembak 
jika kami berteriak. Pelaku kemudian meminta seluruh barang berharga
milik saya untuk diserahkan. Karena saya takut, saya hanya bisa diam saja,”kata
mahasiswi STKIP semester akhir itu.
Menurut
Eliza, salah satu pelaku mengambil tiga buah handphon yang berada di atas
kasur, sedangkan  seorang pelaku lainnya menunggu
di depan pintu mengawasi situasi.
Karena
melihat ada motor yang diparkir, salah satu pelaku meminta kepada Eliza untuk
menyerahkan kunci kontak motornya.Sebenarnya Eliza sudah membohongi mereka dengan
mengatakan bahwa motor itu bukan miliknya.
“Tapi
mereka tidak percaya lalu mengacak-acak isi lemari. Pelaku kemudian menemukan
kunci kontak motor yang saya taruh di atas kulkas, setelah itu mereka langsung
kabur membawa motor saya. Setelah itu baru saya langsung lari keluar teriak
minta tolong, tetapi tidak ada yang dengar karena memang situasinya lagi sepi,”
ujarnya.

Kasat
Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya
sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan korban Eliza sendiri
sudah dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut.
 “Ada tiga saksi yang kita periksa dan dimintai
keterangan, yakni korban, kakak korban dan penjaga kos. Dari keterangan korban,
pelaku yang berjumlah tiga orang dengan menggunakan senjata api. Untuk mengenai
senpi yang digunakan para pelaku, apakah senpi itu asli atau tidak saat ini
masih dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti,” kata Dery saat
ditemui teraslampung.com di Mapolresta, Sabtu (12/7).

Loading...