Beranda Seni Sastra Tiga Perempuan Penyair India Siap Meriahkan Festival Puisi Internasional di Lampung

Tiga Perempuan Penyair India Siap Meriahkan Festival Puisi Internasional di Lampung

909
BERBAGI
Tiga perempuan penyair India siap menghadiri Festival Puisi Internasional 2020 di Pulau Tegal Mas, Kabupaten Pesawaran, Lampung, 24-26 Januari 2020.
Tiga perempuan penyair India siap menghadiri Festival Puisi Internasional 2020 di Pulau Tegal Mas, Kabupaten Pesawaran, Lampung, 24-26 Januari 2020.

TERASLAMPUNG.COM — Tiga perempuan muda yang juga penyair dari India siap hadir untuk memeriahkan Festival Puisi Internasional Pulau Tegal Mas 2029 di Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Lampung, 24-26 Januari 2020.

Mereka adalah: Ketiga penyair cantik ini bersama dua penyair India lain, Shaji Haneef dan Liyana Sahar akan tiba d Lampung pada 24 Januari 2020 pukul 13.35 lalu menuju Tegal Mas Island.

Mereka adalah Babitha, Lishan Siddra yang masih berusia 11 tahun, dan Lamuya Anjum (19), mahasiswa Kedokteran Hewan. Selain tiga perempuan penyair, dua penyair lain dari India juga siap datang. Mereka adaah  Shaji Haneef dan Liyana Sahar.

Babitha  dari KV Mohammed dan KP Zainab. Ia menyelesaikan pendidikan di Ponnani Girls High School, MES College, Calicut University dan mengambil gelar master perdagangan. Keluarganya berada di Dubai selama lebih 20 tahun.

Dia bekerja sebagai partner and administrator di perusahaan Tack & Track. Dia gemar membaca dan menulis. Minatnya yang kuat dalam menulis sudah muncul sejak usia dini.

Babitha mengekprsikan bakatnya lewat beberapa artikel, cerita pendek, cerita tentang pengalaman,  dan banyak lagi. Karya-karya puisinya terhimpun dalam For My Daughter (Lipi Books).

Lishan Siddra (11) menetap di Dubai. Menempuh pendidikan di Gems Our Own Indian School. Dia individu yang sangat cakap dalam bidang menyanyi, menari, dan menulis.

Ketertarikannya pada menulis karena perhatian di hari-hari belakangan ini sebagian besar memotivasi dirinya agar tidak suntuk.

Seperti yang diharapkan, itu bisa menjadi inspirasi yang datang dari keluarganya. Karena mereka memiliki sejarah sastra berasal dari mereka.

Koleksi tulisan-tulisannya akan diterbitkan dengan tajuk Kindied Lines. Dia memenangkan banyak penghargaan untuk menari, bernyanyi, dan lain-lain.

Lamiya Anjum, gadis berusia 19 tahun, belajar di bidang Kedokteran Hewan Ilmu Kedokteran Hewan dan Universitas KVAFSU dan dibesarkan di dubai, dimana dia bersekolah di Gems Our Own Indian School.

Gadir kelahiran 17 Maret 2000 ini telah menerima beberapa hadiah dan penghargaan dalam bidang sastra, olahraga, dan tari.

Dia membangun minat dalam menulis pada usia 13 di mana observasi menjadi subjek utamanya. Pendekatannya pada setiap subjek berbeda dengan yang dia mulai menulis dari sudut pandang yang berbeda dan perspektif. Buku pertamanya dirilis pada November 2017, berjudul Unspoken. Sejumlah besar pengapresiasi telah menerjemahkan ke dalam versi Tamil pada 2018.

Ketua panitia Festival Puisi Internasional Tegal Mas Island 2020, Isbedy Stiawan ZS, mengaku gembira dengan banyaknya penyair dari manca negara yang akan hadir pada perhelatan pertama di Lampung.

“Tentu saja saya sangat senang dan berterima kasih atas apresiasi kawan-kawan penyair dari Indonesia dan penyair manca negara. Kehadiran mereka bukan hanya akan memeriahkan acara, tetapi juga bisa menjadi tolok ukur kesuksesan acara ini,” kata Isbedy.

Loading...