Beranda Ruwa Jurai Bandarlampung Tiga Proyek Belum Dibayar Pemkot Bandarlampung, Ini Kata Komisi III DPRD

Tiga Proyek Belum Dibayar Pemkot Bandarlampung, Ini Kata Komisi III DPRD

795
BERBAGI
Dengar pendapat Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dengan Dinas PU dan rekanan, Kamis, 19 Desember 2019.
Dengar pendapat Komisi III DPRD Kota Bandarlampung dengan Dinas PU dan rekanan, Kamis, 19 Desember 2019.

TERASLAMPUNG.COM — Meskipun proyek sudah beres, tiga kontraktor belum mendapatkan pembayaran dari Pemkot Bandarlampung. Tiga proyek yang belum dibayar Pemkot Bandarlampung hingga menjelang pergantian tahun 2019 adalah proyek pembanguan Pasar Smep, proyek lahan parkir di lingkungan Pemkot Bandarlampung, dan proyek pembangunan menara Masjid Al-Furqon.

Seretnya pembayaran uang proyek itu terungkap pada dengar pendapat antara Komisi III DPRD Bandarlampung dengan kontraktor tiga proyek dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandarlampung, di ruang rapat Komisi III DPRD Bandarlampung, Kamis, 19 Desember 2019.

“Dari tiga pekerjaan itu, Pemkot Bandarlampung harus membayar ke rekanan/kontraktor total Rp31 milyar. Nilai ini sudah dipotong retensi lima persen,” kata Ketua Komisi III DPRD Bandarlampung, Yuhadi.

Yuhadi meminta kepada Pemkot Bandarlampung untuk segera menuntaskan pembayaran kepada rekanan itu.

“Untuk proyek  Pasar Smep senilai Rp24 miliar baru dibayar 35 persen atau masih ada Rp14,4 miliar yang belum dibayar. Proyek lahan parkir nilainya Rp19 miliar, baru dibayar 20 persen. Dalam hitungan saya, utang Pemkot Rp14,25 miliar. Sedangkan  proyek menara Masjid Al-Furqon nilai proyeknyaRp4 miliar dan baru dibayar Rp1 miliar. Berarti kekurangannua masih Rp3 miliar,” jelas Yuhadi.

“Saya minta Pemkot Bandarlampung segera membayarkan uang proyek. Kalau tidak bisa bisa penuh ya dicicil. Tetapi pertanyaannya, mampukah Pemkot Bandarlampung membayarnya,” ungkap Ketua Partai Golkar Bandarlampung itu.

Permintaan agar Pemkot Bandarlampung segera membayar kewajibannya kepada kontraktor juga diungkapkan Handrie Kurniawan.

“Pemkot harus bayar dong. Kasihan kontraktor yang sudah mengeluarkan dananya untuk menyelesaikan pekerjaannya tapi pembayarannya tersendat,” ujar politikus PKS itu.

Dalam dengar pendapat tersebut terungkap lahan parkir di pemkot tersebut sebetulnya belum boleh digunakan untuk parkir mobil karena umur betonnya belum sampai batas maksimal.

“Karena umur betonnya belum maksimal lahan parkir itu belum boleh digunakan untuk parkir mobil. Jika digunakan sebelum masa beton maksimal, dikhawatirkan dampaknya menimbulkan keretakan,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas PU Bamdarlampung, Supardi.

Berdasarkan pemantauan teraslampung.com, Kamis siang, 19 Desember 2019, lahan parkir tersebut mulai hari ini sudah digunakan. Beberapa mobil sudah parkir di lahan beton itu.

Sementara itu untuk menara Masjid Al-furqon yang akan dijadikan salah satu ikon Kota Bandarlampung, menurut Supardi akan dipasang lift yang mampu menampung 10 orang.

“Sedangkan nanti di atasnya atau di pucuknya bisa menampung 25 orang dan dilengkapi alat pendingin udara (AC) serta kaca pelindung,” jelasnya.

Hadir dalam hearing itu anggota Komisi III DPRD Bandarkampung; yaitu Afrizal, Indrawan, Handrie Kurniawan, Achmad Riza, Hadi Tabrani, Dedi Yuhinta, dan Pebriani Piska.

Dandy Ibrahim

Loading...