Ini Tiga Skenario Pembiayaan Sertifikasi Halal yang Disiapkan Kemenag

  • Bagikan
Sekjen Kemenag, Nur Syam

TERASLAMPUNG.COM — Kementerian Agama sudah menyiapkan tiga skenario pembiayaan sertifikasi halal. Menurut Sekjen Kemenag, Nur Syam, ¬†jaminan produk halal menjadi bagian perlindungan pemerintah terhadap masyarakatnya.

“Pelaku usaha mikro juga tidak perlu khawatir karena Pemerintah mengupayakan agar sertifikasi berbiaya rendah,” kata Nur Syam, dalam dialog interaktif di Radio Elshinta, Minggu (20/11).

Menurut Nur Syam, tiga skenario itu adalah: pertama, pembiayaan yang bersumber dari APBN. Skema kedua, bersumber dari subsidi silang perusahaan besar yang memiliki kepedulian terhadap ini. Skema ketiga dari masyarakat.

“Jadi ada 3 sumber pendanaan untuk JPH ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir akan tercekik dengan regulasi ini,” jelas Nur Syam

Menurut Nur Syam, besaran biaya yang dibutuhkan sangat tergantung pada spesifikasi produk dan tingkat kerumitan proses sertifikasi. Produk yang rumit dan membutuhkan ahli, tentu beda dengan produk yang lebih mudah sertifikasinya

“Kalau makanan lebih mudah dibanding kosmetika dan obat-obatan. Karenanya tentang biaya sangat tergantung pada jenis barang dan produk yang akan disertifikasi,” ujarnya

Nur Syam mengaku bahwa besaran biaya tidak diatur dalam UU Jaminan Produk Halal. Nemun demikian, masalah tersebut nantinya akan diatur dalam Peraturan Pemerintah atau di PMA. “Kita ingin jangan sampai UU JPH ini justru memberatkan produsen. Jangan sampai kalangan usaha menengah kecil dan mikro menjadi semakin berat, itu tentu tidak kita inginkan,” ujarnya.

“Jika APBN terbatas dan tidak memungkinkan, kita ada skema dari subsidi silang dan skema dari masyarakat. Ini disiapkan dalam ranga membantu unit usaha kecil yang memerlukan sertifikasi tapi terkendala anggaran,” tambahnya.

  • Bagikan